Siswa SMAN 2 Malang Fokus UNBK


MALANG - Penggantian Dwi Retno terbilang sangat cepat. Begitu ia didemontrasi siswa, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim langsung menunjuk Pelaksana Tugas. Dalam hal ini dijabat Pelaksana Tugas (Plt), Tri Suharno yang langsung masuk kerja, kemarin. Tri menegaskan, bahwa Retno dulu memang pernah menjabat i kepala sekolah lalu pengawas dan kemudian balik lagi ke kepala sekolah.
“Ini memang diperbolehkan, karena pada saat itu masih Otoda sehingga kewenangan sepenuhnya ada di Kota. Dari segi peraturan memang tidak ada larangan pemindahan tugas seperti itu,” akunya.
Lalu mengapa proses penggantiannya begitu cepat? Menurut dia, keputusan cepat mengganti Pelaksana Tugas lantaran sekolah ini mendekati UNBK, sehingga diputuskan demikian agar masalah tidak berlarut-larut. Siswa juga bisa belajar dengan tenang, dan pelaksanaan UNBK bisa berjalan lancar.
Dia juga menjelaskan bahwa mobil plat L 1294 merupakan mobil operasional sekolah, memang sebelumnya sering dipakai Dwi Retno. Namun sejak diberhentikan mobil tersebut sudah dikembalikan ke sekolah dan harus dikembalikan.
Tri Suharno sendiri saat masuk kerja langsung disalami oleh para siswa. Ia juga menegaskan kepada Malang Post bahwa semua permasalahannya sudah selesai. Pihaknya juga telah berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan Wakasek, Kasubag TU, UPM, Guru, serta tenaga kependidikan dan hasilnya mereka merasa sudah lega.
“Hanya saja saya mewanti-wanti dan mengimbau untuk tidak mengungkit masalah itu lagi. Semua saya ajak untuk fokus pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) empat hari kedepan, Senin sampai Kamis,” papar Tri.
Ia juga menghimbau kepada anggota OSIS yang masih memiliki uneg-uneg, selama libur tersebut silahkan ditulis semua keinginannya apa saja supaya SMAN 2 Malang ke depannya lebih baik. Mulailah Cooling Down dan lupakan masa lalu.
“Saat ini kondisinya sudah normal kembali, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga sudah mengambil langkah strategis supaya masalah ini tidak berkepanjangan,” papar Tri.
Sebagai Pelaksana Tugas, Tri Suharno memiliki strategi serta instrument untuk memetakan, yang disebutnya BMMM (Berfikir, Merasa, Menyatakan, dan Melaksanakan). BMMM yang dimaksud yakni menggali lebih dalam informasi dari semua unsur yang ada di SMAN 2 Malang untuk mengetahui semua tujuan dari permasalahan ini. Nantinya apabila kebijakan yang diterapkan sebelumnya sudah bagus akan tetap diteruskan.
Langkah kedua yang diambil yakni menggunakan manajemen partisipatif dengan mengajak seluruh guru baik Guru Tidak Tetap (GTT) maupun PNS untuk bersama-sama melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang guru tanpa ada pembeda.
“Saya juga berpesan kepada wali kelas untuk menyampaikan informasi kepada siswa bahwa permasalahannya sudah selesai dan keinginannya sudah dituruti, tidak perlu cerita ke mana-mana untuk ke depannya kita lebih baik,” bebernya.
Menurutnya, agar permasalahan ini tidak terulang lagi, terkadang fasilitas yang baik tidak linier dengan perasaan nyaman guru, karyawan, karena pendekatan yang digunakan bukan dari hati. Bagaiman bisa nyaman kalau hatinya kering.
“Padahal dengan tempat pendidikan yang bagus, anak-anak bisa berkembang dan berinovasi itulah yang namanya kenyaman. Namun tidak boleh seenaknya sendiri, karena kita orang-orang profesional,” imbuhnya.
Saat ini, Tri Suharno fokus pelayanan kepada siswa SMAN 2 Malang untuk mempersiapkan kelancaran UNBK. Setalah itu, masukan-masukan terkait permasalahan tersebut akan diselesaikan secara tuntas.
Sementara itu, hari pertama pasca demo besar-besaran, siswa SMAN 2 Malang mengikuti kegiatan belajar mengajar kembali normal. Kelas X dan XI terlihat mengikuti pembelajaran di kelas seperti biasa. Bahkan kelas XII pun sudah mulai melakukan kegiatan bimbingan belajar untuk persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Senin mendatang.
Pada istirahat siswa pun banyak berlalu lalang di teras aula atas yang semula tidak boleh dilewati siswa. Beberapa siswa juga terlihat duduk bersantai di sofa teras tersebut sambil mengobrol dan berdiskusi.
Salah satu siswa mengungkapkan setelah demo Kamis lalu, saat ini sekolah kembali normal dan mulai beraktivitas seperti biasa. Hanya saja kini mereka lebih nyaman berkegiatan tanpa adanya tekanan dari manapun.
“Peraturan sekolah sudah mulai normal kembali, sekarang tidak ada yang melarang kami untuk duduk di sini (sofa di teras aula atas), mulanya tidak boleh karena di khususkan untuk tamu,” ujar salah satu siswa yang tak mau disebutkan namanya tersebut.
Menurutnya, suasana di sekolah sudah kembali kondusif. Permasalahan yang telah berlalu tidak lagi menjadi perbincangan, semua dianggap telah selesai. Siswa juga sudah lega menerima hasilnya.
“Dampaknya seperti apa setelah kemarin itu, kami belum tahu karena masih baru. Semoga ke depannya ada pengganti kepala sekolah yang lebih bijaksana, tidak membanggakan sekolahnya saja namun juga memperhatikan siswanya,” jelasnya.(mg7/oci/ary)

Berita Lainnya :

loading...