Kasek Retno Sudah Lama Bermasalah


MALANG – Sikap mantan Kepala Sekolah Dr. Rr. Dwi Retno Udjian Ningsih MP.d yang dinilai siswanya tidak baik, ternyata sudah terjadi sejak lama. Hardikan anak setan, sudah muncul sejak tahun 2015 dan pernah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Malang waktu itu. Namun, para siswa yang mengadu ke Dinas Pendidikan justru diancam dikeluarkan dari sekolah.
Hal ini sesuai keterangan mantan siswa SMAN 2 Malang kepada Malang Post. Ia tahu mengenai demonstrasi besar-besaran dari siswa dan berhasil menggulingkan Retno pada Kamis (5/4). Namun, sebelum aksi ini, tahun 2015 pernah ada aksi dari siswa dengan mengadu ke Dinas Pendidikan.
“Dulu masalahnya sama dengan yang didemo para siswa SMAN 2, omongannya pedas memang. Dulu pernah bawa rekaman saat Bu Retno ngomong kamu anak setan, dan rekaman kami bawa ke Dinas Pendidikan,” urai alumnus SMAN 2 itu.
Namun saat itu, pihak Dinas Pendidikan justru memberi nasehat kepada para siswa. Kepada siswa, Dindik mengatakan, jika orang tua marah ke anak itu biasa, tapi kalau anak marah ke ortu itu durhaka. Ia dan rekan-rekannya hendak berdemonstrasi untuk memprotes Retno.
“Waktu itu yang demo ada 10-an kemudian diancam sekolah, kalau ada demo dikeluarkan tanpa rekomendasi oleh pihak sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu sumber Malang Post mengatakan bahwa, karir Retno sebenarnya pernah sebagai Pengawas. Entah kenapa, dia tiba-tiba turun lagi menjadi Kasek, saat itu kewenangan jabatan masih berada di Pemkot Malang.
“Ia pernah jadi Kasek di SMAN 6, SMAN 5, SMAN 3. Kemudian sempat jadi pengawas lalu kembali menjadi Kasek, di SMAN 2. Pengawas karir tertinggi di dunia pendidikan, tapi kok jadi Kasek lagi, itu anehnya,” ungkap sumber itu.
Retno sebenarnya pernah ditawari mengganti Kasek SMAN 8, tapi ia menolak dan memilih untuk menghabiskan sisa masa pensiun di SMAN 2 Malang. Sehingga SMAN 8 sampai sekarang masih dijabat Plt.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Malang Post. Roro Dwi Retno Udjian Ningsih sudah tidak masuk ke sekolah. Namun mobil Pajero plat L 1294 yang biasa ia naiki masih ada di sekolah. Mobil itu merupakan mobil operasional sekolah.
Malang Post mencoba mencarinya di kediaman Retno Perumahan Citra Garden City. Saat menanyakan kediaman Dwi Retno, satpam perumahan tersebut rupanya langsung tahu. Menurut pengakuan satpam yang mengaku namanya Aksan, Dwi Retno terbilang baik. Terutama saat suaminya masih menjabat sebagai Letkol.
“Sebelum purna, beliau baik kepada kami. sering memberikan makanan sate. Nyapa juga kalau ketemu,” tandasnya.
Namun saat Malang Post di rumah Retno, Kasek SMAN 2 yang baru digulingkan siswanya ini tidak bisa diganggu lantaran sedang istirahat. Kediaman Retno berlantai dua terlihat sepi, hanya ada dua mobil terparkir di halaman rumah. Rumahnya besar dan paling mencolok di antara rumah lainnya ini, berada di samping kiri jalan utama perumahan. Selain itu, rumah ini terlihat sangat luas dengan cat dominasi warna kuning.
Saat Malang Post datang, ditemui laki-laki muda, yang mengaku sebagai penjaga rumah tersebut. Menurutnya, Dwi Retno tidak bisa diganggu. Ia sendiri mengeaskan bahwa saat di rumah perilakunya biasa-biasa saja, cenderung baik.
“Kalu di rumah ibuknya ya baik,” aku penjaga tersebut.
Namun saat ditanya lebih lanjut, Ia tidak mau berkomentar lebih lanjut.
“Waduh, kalau mau tanya-tanya bisa menemui beliaunya langsung, saat ini beliau sedang tidur tidak bisa diganggu,” ungkapnya..(mg7/oci/ary)

Berita Lainnya :