Cetak Generasi Qurani Yang Hebat

 
MALANG - SD Plus Al Kautsar Malang sukses mewisuda 136 siswa-siswi yang berprestasi di bidang Alquran di aula Kampus VEDC, Sabtu (7/4) kemarin. Disaksikan orangtua, SD Plus Al-Kautsar dengan bangga memberikan penghargaan kepada para siswa yang telah berhasil melalui tahapan pembelajaran Alquran, mulai dari materi tajwid, makhorijul huruf dan gharib yang dikemas dalam ujian munaqosah, hingga tahap khataman. 
Perasaan bangga dirasakan orangtua yang hadir menyaksikan putra-putri mereka diwisuda. Salah satunya diungkapkan Frida Tri A. Ia mengatakan program pendidikan Alquran di SD Plus Al-Kautsar memberikan nilai lebih kepada anak, sehingga dapat semakin mendalami ilmu agama. 
“Kami orangtua tentu sangat senang melihat anak-anak kami bisa membaca, menghafal dan memahami Alquran. Kami kira pendidikan ini perlu untuk semakin ditingkatkan,” ungkap Frida bangga. 
Apresiasi juga disampaikan Kasi Pend.Ma Kantor Kementerian Agama Kota Malang Chandra Ahmadi, SE. Menurutnya, semangat belajar Alquran seperti di SD Al-Kautsar patut dicontoh oleh SD yang lain. Alquran sebagai kitab suci berisi firman Allah yang wajib dimengerti  umat Islam. 
“Itulah kitab yang tiada keraguan sedikit pun di dalamnya. Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu, seorang muslim wajib belajar dan memahaminya,” ucapnya sambil mengutip ayat Alquran. 
Candra menilai pendidikan Al-quran di SD Plus Al-Kautsar telah memberikan pencerahan kepada siswa sehingga paham terhadap agamanya. Ia berharap, kedepannya semakin bagus dan bisa melahirkan generasi quran yang bermanfaat untuk keluarga, bangsa dan agama. 
“Kalau program pendidikan seperti  ini terus ditingkatkan, maka kami yakin SD Plus Al Kautsar akan mencetak generasi quran yang hebat,” tegasnya kepada Malang Post di sela acara.  
Kepala SD Plus Al-Kautsar, Dr. Dhiah Saptorini, SE. M.Pd menjelakan, setelah melalui proses yang panjang, akhirnya 136 santri SD Plus Al-Kautsar dinyatakan tuntas dalam pembelajaran membaca Alquran, sekaligus menghatamkannya.
Selama tiga tahun dari kelas 1 hingga kelas 3, para santri ini sudah selesai belajar Alquran. Tahap di kelas selanjutnya tinggal menghatamkan 30 juz secara keseluruhan.
“Jadi kelas 3 mereka sudah bisa membaca dengan baik dan benar, untuk kelanjutannya mereka tinggal menghatamkan di kelas empat sampai kelas enam,” ucapnya.
Ditambahkannya, 23 persen jam belajar efektif setiap harinya digunakan untuk menuntaskan program belajar membaca Alquran di kelas 1 sampai kelas 3. Dan 15 persen jam efektif setiap harinya untuk menghatamkan bagi kelas 4 sampai kelas 6.
“Cukup banyak  waktu yang kami alokasikan untuk program baca quran ini. Ditambah monitoring di rumah yang dibimbing orangtua,” ujarnya.
Setelah diwisudanya santri Alquran SD Plus Al-Kautsar, maka pembangunan generasi cinta Alquran akan dimulai. Kepada guru dan orangtua, Rini mengajak untuk melakukan pendampingan lebih intens agar cita-cita mewujudkan insan qurani dapat tercapai.
“Marilah kita bimbing dan dampingi mereka menjadi insan-insan qurani sesuai ikrar yang mereka ucapkan setiap pagi. Semoga dengan ini kita semua dapat meningkatkan iman dan takwa agar senantiasa mendapatkan kasih sayang Allah,” tandasnya. (imm/sir/aim)

Berita Lainnya :

loading...