SISMA Scout Camp III, Tak Sekadar Lomba Tali Temali


MALANG - Aakhir pekan kemarin menjadi saat menyenangkan bagi ratusan siswa Sekolah Islam Sabilillah Malang. Sebab, selama dua hari, sebanyak 384 siswa SD, SMP dan SMA mengikuti kegiatan SISMA Scout Camp III, di bumi perkemahan SMP Islam Sabilillah Malang. Kegiatan ini merupakan wujud akhir ekstrakurikuler wajib Pramuka.
Tujuan utama SISMA Scout Camp III 2018 ini yakni untuk pelantikan tingkat penggalang rakit (SD), penggalang terap (SMP), dan pengalang laksana (SMA). Selain itu juga sebagai wahana pertemuan dan silaturrahmi anggota pramuka dari berbagai jenjang di pangkalan Sekolah Islam Sabilillah Malang.
Asisten Direktur I LPI Sabilillah Malang, Dr. H. Abdur Rahman As'ari, MPd., MA, dalam sambutannya mengatakan, LPI Sabilillah Malang menempatkan pendidikan karakter sebagai program unggulan sekolah, salah satu implementasinya yakni melalui kegiatan kepramukaan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa.
“Pramuka itu adalah Praja Muda Karana yang artinya jiwa muda yang suka berkarya. Sudah menjadi kewajiban para siswa untuk menjaga gerakan pramuka supaya tetap memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Genarasi yang dihadapi saat ini yakni generasi Y yang adaptif terhadap kemajuan teknologi,” ujar As’ari.
SISMA Scout Camp III 2018 mengajak gerakan pramuka yang ada di pangkalan sekolah islam Sabilillah Malang untuk berfikir Fosis yakni berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Sangat penting bagi gerakan pramuka untuk melakukan inovasi pembinaan supaya tidak terjebak dengan rutinitas yang monoton.
Menurutnya, dalam kegiatan pramuka saat ini penting untuk mendidik adik-adik bukan hanya dari segi baris berbaris, membangun tenda atau membuat symbol tali, tetapi pramuka juga harus memandu dan mengembangkan berfikir fosis sesuai tujuan pramuka itu sendiri.
Ketua Seksi Ekstrakurikuler LPI Sabilillah Malang, Dwi Efendi, S.Pd, mengatakan,
dalam kegiatan SISMA Scout Camp III 2018, anak-anak mampu mencapai target kurikulum kepramukaan, kemudian memunculkan jiwa kepemimpinannya meskipun saat ini mereka masih ikut pramuka sebagai anggota kelak bisa menjadi pemimpin.
“Kemandirian yang kami ajarkan melalui kegiatan pramuka ini semoga bisa diterapkan dengan baik untuk survive di kehidupannya kelak. Namun pada intinya kegiatan pramuka ini kita bungkus menjadi satu dengan tujuan utama untuk pendidikan karakter agar tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...