Finlandia Jadi Kiblat Pembelajaran, Programkan Entrepreneurship


MALANG - SMP Khalifah Lawang, Sebuah sekolah menengah pertama yang berkonsep boarding school dengan muatan kurikulum dari dinas pendidikan dan pesantren khas Khalifah disertai dengan pembelajaran entrepreneurship sebagai program unggulan. Sekolah yang berlokasi di jalan Ahmad Yani No.215, Sumber Porong, Lawang ini berdiri tahun 2016 dan saat ini sudah memiliki 14 santri terbagi dari dua angkatan.
SMP Khalifah atau yang juga dikenal SMP Khalifah IBS (Islamic Boarding School) memiliki dua konsep kurikulum entrepreneur dan tahfidz Quran. Berada di bawah naungan Yayasan Khairu Ummah, latar belakang berdirnya sekolah ini berawal dari beberapa anak muda yang memiliki visi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Salah satu pendiri SMP Khalifah IBS Lawang, Transbara Wahyu Firmansyah mengungkapkan, SMP Khalifah IBS memiliki beberapa program yaitu pertama, Kelas Tahfidzul Qur’an dengan tujuan untuk fokus dalam menghafalkan, memahami dan mengamalkan Alquran. Yang kedua adalah program Kelas Potensi Akademik dan Bakat Diri dengan program pembinaan dan pengembangan bakat dan potensi menjadi prestasi untuk dioptimalkan. Kemudian ada Kelas Entrepreneur dimana para santri akan dididik untuk memiliki mental dan karakter sebagai pengusaha dengan mempelajari dan meneladani kehidupan berbisnis Rasulullah dan Sahabatnya.
“SMP Khalifah IBS ini tidak hanya mencetak para generasi ulama, tetapi generasi berilmu yang juga pengusaha. Harapannya, kelak dapat memimpin dirinya sendiri dan Indonesia lebih baik lagi,” ungkap Bara, sapaan akran Transbara Wahyu Firmansyah.
Metode pembelajaran di SMP Khalifah IBS berkiblat pada Finlandia sebagai negara dengan pendidikan terbaik yang lebih menekankan pada bakat dan minat dari para santri. Sekolah ini menerapkan 70 persen praktik dan 30 persen teori, sehingga semangat dan mindset sukses selalu terlihat dibenak mereka.
Menurutnya, problematika saat ini banyak orang awam yang memiliki pemikiran bahwa lulusan pondok hanya akan menjadi guru ngaji atau ustad, bahkan kalaupun mereka kerja akan susah untuik mendapatkan posisi yang menjanjikan, meskipun kenyataannya tidak demikian.
“Berawal dari situ kami mendirikan sekolah ini untuk merubah mindset tersebut dengan membekali mereka dengan berbagai keterampilan terutama dalam mengembangkan jiwa entrepreneurnya. Dengan begitu mereka akan menemukan passion pada dirinya dan fokus serta tekun agar kelak ketika lulus mereka tidak bingung dalam menentukan masa depannya,” papar Bara, yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Khalifah IBS ini.
Disamping itu, para santri juga dibekali dengan pendalaman ilmu agama agar memiliki Alquran di dalam hatinya, sehingga kelak bisa menjadi khalifah-khalifah sesungguhnya untuk Indonesia di masa depan. Dengan bekal yang didapat di SMP Khalifah IBS, mereka akan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas terutama lingkungan sekitarnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :