Seno Aji Wagaluh, Dalang Cilik SDN Tanjungrejo 3


KECINTAAN Seno Aji Wagaluh, siswa SDN Tanjungrejo 3 akan wayang sudah tumbuh sejak kecil. Tak heran, predikat dalang cilik kini melekat padanya. Baru-baru ini, ia berhasil mewakili Kota Malang pada Festival Dalang Cilik 2018 tingkat Provinsi Jawa Timur.Sejak usia 3,5 tahun,

Seno Aji sudah diperkenalkan seni wayang oleh orang tuanya. Terutama sang Ayah, hampir tiap hari menunjukkan permainan wayang terbuat dari kertas dan kardus kala itu. Bahkan saat usianya menginjak lima tahun, orang tuanya sering membawanya menghadiri berbagai pertunjukan wayang.
“Berawal dari situ saya mulai menyukai wayang. Sehari-hari saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain wayang daripada bermain mobil-mobilan atau yang lainnya,” ujar Seno.

Bakatnya yang semakin terasah ini juga diimbangi dengan adanya wayang kulit dan layar koleksinya, serta gamelan sebagai pendukung tampilannya. Siswa kelas 1 SD ini sudah terbiasa tampil di hadapan umum, tak jarang tawaran bermain wayang kerap kali datang baik dari Kota Malang maupun luar kota.
“Kalau lomba belum pernah, baru ini ikut seleksi dalang cilik tingkat provinsi dan akhirnya lolos. Tetapi kalau tampil mengisi acara sudah sering,” ujarnya kepada Malang Post.
Dalam Festival Dalang Cilik 2018 yang diadakan di Surabaya ini, Seno akan membawakan cerita mengenai kisah Raden Bratasena. Secara singkat Bratasena lahir dengan keadaan terbungkus, tidak ada satupun senjata yang mampu membelahnya.
Kemudian datanglah seekor gajah yang ingin mencari kesempurnaan hidup, bertapalah gajah itu dan meminta kepada dewa untuk mengabulkan keinginnnya. Dewa yang bernama Batara Narada memberikan izin kepada gajah dengan satu syarat harus bisa membelah bungkus yang bertapa di Mandalasara.
“Gajah yang bernama Sena tersebut akhirnya mampu membelah bungkus yang kemudian muncul sosok pemuda yang gagah perkasa yakni Bratasena,” lanjut Seno.
Ia menjelaskan, di Festival Dalang Cilik 2018 tingkat Provinsi Jawa Timur ini ia hanya menceritakan kisah lahirnya Bratasena, sedangkan kelanjutan ceritanya akan disampaikan pada penampilan berikutnya.
“Cerita Bratasena setelah kelahiran itu akan saya bawakan nanti kalau tampil di acara lain,” beber Seno yang juga tergabung dalam sanggar Tirto Laras ini.
Untuk mempersiapkan penampilannya di Festival Dalang Cilik 2018 ini, Seno berlatih sebanyak tiga kali karena waktunya mendadak. Latihan singkat ini sekaligus untuk persiapan tampil di stasiun Kota Malang pada tanggal 28 April mendatang.
“Meskipun singkat semoga nanti saat tampil bisa fokus dan beradaptasi di atas panggung. Semoga bisa memberikan penampilan terbaik meskipun nanti ada 14 dalang cilik dari daerah lain yang juga ikut memberikan penampilan terbaik dalam festival ini,” imbuhnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :