MI Nurul Huda 1 Siapkan Kelas Internasional


MALANG - Kepala MI Nurul Huda 1 Kedungkandang Munir, S.Ag melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas lembaga yang dipimpinnya. Mulai tahun ajaran baru yang akan datang, rencananya MI Nurul Huda 1 membuka kelas internasional (International Class Program). Gagasan ini menjadi sebuah inovasi yang baru pertama kali di Kota Malang untuk tingkat MI.
Kepada Malang post Munir mengatakan, ide dibukanya kelas internasional pertama kali didapat setelah pihaknya melakukan kunjungan ke salah satu MI di Sidoarjo. Dimana MI tersebut telah memiliki kelas internasional dan telah berjalan mulai beberapa tahun yang lalu. Bahkan saat jumlah muridnya kurang dari 200 anak.
“Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak. Dengan kondisi yang insya Allah lebih baik dari mereka,” ucapnya.
Semangat membuka kelas internasional, dijelaskan Munir karena sebuah anjuran dalam Islam,  yang disampaikan oleh Sayyidina Ali, salah satu sahabat terkemuka Rasulullah SAW. “Beliau menyuruh kita, untuk mendidik dan mengajar anak-anak kita karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zaman kita,” ungkapnya.
Kemajuan zaman di era global, lanjut Munir, sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Penguasaan bahasa asing, menjadi salah satu modal penting bagi seseorang untuk tidak tersingkirkan dari kemajuan. Tuntutan inilah yang menjadi motivasi bagi MI Nurul Huda 1, untuk semakin serius mengajarkan peserta didiknya dengan ilmu pengetahuan modern namun tidak menyimpang dari kurikulum pendidikan nasional.
Pria ramah ini menuturkan porsi kelas reguler untuk siswa baru yang akan datang ditentukan cukup tiga kelas. Dan setiap kelas hingga kini telah hampir memenuhi kuota yang ditentukan. Ditambah satu kelas baru untuk kelas internasional.
Rencananya, kelas internasional ini baru akan dilaunching awal bulan depan.
Implementasi program kelas internasional ini nantinya akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang ada di London, yaitu Cambridge University.
Saat ini guru MI Nurul Huda 1 sedang melakukan persiapan sebelum kelas tersebut dibuka untuk siswa baru.  
“Masih banyak yang perlu kita lakukan, apalagi yang pasti untuk menjalankan program kelas internasional ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tentu lebih besar dari kelas reguler,” terangnya.
Selain persiapan internal madrasah, menurut Munir juga perlu dilakukan sosialisasi dengan masyarakat termasuk dengan TK-TK yang ada di Kota Malang.
Tujuannya agar publik mengetahui rencana pembukaan kelas internasional sebagai salah satu tawaran pendidikan terbaik dari MI Nurul Huda 1.
“Kami kira program ini cukup menarik kalau kita tawarkan kepada warga Kota Malang,” imbuhnya.
Untuk mesukseskan program internasional ini, MI Nurul Huda 1 menginduk pada MINU Pucang Sidoarjo yang kini telah berganti nama menjadi MI Muslimat NU Pucang. Karena MI tersebut yang selama ini memiliki jaringan kerjasama dengan Universitas Cambridge di London. “Pertama kami menginduk dulu pada MINU Pucang sambil berbenah dan melihat sejauh mana perkembangan yang akan dicapai nantinya,” tuturnya. (imm/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...