Ujian Sekolah, SMPN 3 Manfaatkan Handphone Siswa


MALANG - Bagus Sujana, siswa kelas IX SMPN 3 Malang terlihat serius menatap layar handphone di genggamannya. Ia bukan sedang bermain-main, tapi justru tengah mengikuti ujian sekolah. Tak hanya Bagus, seluruh siswa SMPN 3 Malang memakai handphone masing-masing selama ujian berlangsung. Sebab, soal ujian tidak dicetak di kertas, melainkan ada dalam handphone siswa.
“Pelaksanaan secara keseluruhan lancar, yang jadi kendala mungkin dari segi jaringan yang kadang tidak bisa nyambung ke aplikasi/situsnya,” ungkap Bagus.
Menurutnya, USBN di hari pertama ini, ia masih belum bisa menyesuaikan dengan waktu yang ada. Untuk satu mata pelajaran waktu yang dibutuhkan dua jam, sedangkan ia lebih membutuhkan banyak waktu untuk mengerjakan semua soal tersebut.
“Android saya Alhamdulilah tidak ada kendala, hanya waktunya yang terlalu mepet buat saya. Untuk yang lainnya tidak ada masalah karena sudah terbiasa menggunakan android untuk mengerjakan soal-soal,” terang Bagus.
Kepala SMPN 3 Malang, Tutut Sri Wahyuni, mengatakan, USBN dengan memanfaatkan android lebih praktis. Sebab, apabila menggunakan CBT, pelaksanaannya harus dibagi menjadi tiga sesi untuk satu mata pelajaran, sedangkan satu hari ada dua mata pelajaran.
“Kalau menggunakan komputer, lab kami tidak memenuhi karena kami memiliki tiga ruang dengan jumlah komputer sekitar 31-32 unit per ruang, kalau dipaksakan bisa sampai sore anak-anak USBN nya,” papar Tutut.
Ujian berbasis android bagi siswa SMPN 3 Malang tidak hanya saat USBN saja, melainkan di ulangan harian dan semester pun sudah menggunakan android. Meski demikian, sekolah menyediakan komputer di ruang lab bagi siswa yang tidak memiliki laptop maupun android.
Penerapan android sebagai media untuk ujian, mulanya dilatarbelakangi agar gadged yang dimiliki para siswa tidak hanya berfungsi untuk mainan saja. Sehingga, gadged ini bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.
“Siswa kami sudah terbiasa menggunakan android untuk ujian, sehingga saat pelaksanaan USBN ini mereka tidak ada kendala maupun kesulitan. Karena ini pakai paket data, siswa yang kehabisan paket data bisa langsung menuju ruang lab untuk melanjutkan soal-soal berikutnya,” ujar Tutut.
Soal yang dikerjakan di android masing-masing adalah soal pilihan ganda, sedangkan soal esai tetap dikerjakan di selembar kertas. Hal ini lantaran soal esai USBN syaratnya harus dikoreksi oleh dua orang, sehingga untuk memudahkan pengoreksian diputuskan dikerjakan di kertas saja.
“Sebelumnya kami sudah mengupload soal-soal tersebut kedalam aplikasi yang kami miliki, soalnya dari MGMP kota Malang. Karena menggunakan sistem android dengan pengacakan soal yang berbeda-beda, dijamin integritasnya lebih tinggi,” imbuh Tutut. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...