Bintang Lapangan, Saddil Ramdani Berharap Sukses UNBK


MALANG – Ada yang berbeda dengan suasana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 7, kemarin. Pasalnya, salah satu bintang Timnas Indonesia U-23, Saddil Ramdani yang biasanya berlaga di lapangan hijau, kini harus menyelesaikan 50 soal ujian bahasa Indonesia pada sesi ketiga. Kedatangannya disambut heboh peserta ujian lainnya, mengingat jarangnya Saddil dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) rutin di sekolah.
“Waktu dua hari ujian USBN berlangsung, saya dipanggil sekolah untuk persiapan UNBK. Untuk persiapannya, saya disuruh membaca pelajaran bahasa Indonesia. Saya harus siap mengikuti UNBK dan menyelesaikan studi,” ujar Saddil Ramdani yang juga bermain untuk Persela Lamongan ini.
Dia membeberkan, begitu dilemanya memilih antara studi dengan sepak bola. Meski bingung dia tegas mengaku betapa pentingnya pendidikan. Terlebih, dia berkomitmen dalam satu bulan ini akan fokus untuk ujian.
“Bingung memilih sepak bola atau pendidikan tapi pendidikan lebih penting. Bagaimanapun saya harus menyelesaikan studi baru ke sepak bola,” ungkapnya.
Selain dilema, dia juga merasa kesulitan saat harus menghadapi laga di tengah kesibukan sekolah terlebih ujian. Bahkan, dia rela tidak mengikuti dua pertandingan untuk mempersiapkan ujian, salah satunya saat Persela bertanding melawan Persipura Jayapura. Dia merasa bersyukur, sebab manajemen pelatih juga menyupportnya untuk menyelesaikan studi. “Kesulitannya adalah saat ada laga yang harus dihadapi, saya bingung dan pusing. Tapi penting bagi saya untuk bisa hadir di Persela juga. Ya, saya pernah tidak ikut dua laga,” bebernya.
Tentu saja, Saddil juga merasa di tengah kesibukannya di lapangan hijau, nilai di sekolahnya harus dipertaruhkan. Sebab, seringnya absen kehadiran saat KBM. Namun, atas pengertian yang diberikan oleh guru dan sekolah yang terus mendukung karirnya membuat sistem pengerjaan tugas dilakukan secara fleksibel.
“Bersyukur masih dapat nilai. Saat laga di Singapura beberapa waktu lalu, saya berangkat ke sana mengerjakan tugas tiga mata pelajaran lewat email saya,” tandasnya.
Sebelum memasuki ruang ujian di Lab komputer 3, Saddil mendapat support dari kepala SMAN 7 Malang, Herlina Wahyuni tegas menyuruh siswa asli Sulawesi tersebut untuk fokus belajar selama pelaksanaan UNBK.
“Kamu baru ikut USBN berapa kali? Kalau hanya empat kali, berarti sisanya harus segera ikut susulan. Sekarang harus fokus belajar ya,” tutur Herlina memotivasi.
Pihak sekolah memang memaklumi nilai kognitif siswa yang memiliki kompetensi skill tergolong lebih rendah. Meski begitu, nilai akademiknya masih tergolong cukup. Herlina menilai Saddil sebagai siswa yang disiplin, baik dan santun. Sehingga sekolah juga memberi kelonggaran dalam pengerjaan tugasnya dan tetap masuk kelas reguler.
“Khusus bagi siswa yang memiliki keterampilan khusus, sifat pengerjaan tugas fleksibel dikerjakan di rumah. Meski bertanding ke luar kota, dia yang sifatnya disiplin dan tertib, suka menyusul ke sekolah dengan seragam pertandingannya itu,”bebernya.
Herlina merasa passion tinggi Saddil di dunia sepak bola membuatnya tetap mendukung siswa yang juga binaan Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) Malang, jika nanti lebih memilih mengembangkan karirnya.
“Saya rasa tidak lanjut pendidikan tinggi, sebab dia lebih fokus mengembangkan karirnya, bahkan dengar-dengar sudah dikontrak oleh Bhayangkara,” ungkap Kepsek berkacamata ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :