Lomba Kompetisi Bisnis, Mahasiswa UGM Pamer Eldukit


MALANG – Mahasiswa UGM mengenalkan seperangkat komponen elektronika yang dapat digunakan pelajar mulai dari SMP untuk berkreasi mulai dari membuat alarm hingga optimasi lampu LED. Nama paket komponen elektronika tersebut adalah eldukit. Produk karya mahasiswa tersebut dipamerkan dalam Business Model and Lean Competition in ASEAN 2018 FIA UB.
 “Awalnya, kita melihat Indonesia dengan inovasi rendah khususnya dalam hal teknologi. Revolusi empat Industri menjadi faktornya, terlebih basic IT anak zaman now masih kurang,” ujar Marisha Salsabila, mahasiswi semester empat jurusan Ilmu Komputer UGM yang ditemui usai penjurian kemarin.
Dia melanjutkan, eldukit sudah dikenal ke berbagai daerah, setidaknya produk ini terjual ke 121 daerah mulai dari Pulau Jawa, Aceh, hingga Makassar. Harga yang dipatok Rp 200 Ribu per paket. Sesuai kreativitas user, alat elektronika dalam paket dapat dirancang menjadi apapun mulai dari alarm hingga optimasi lampu LED. User harus membuat program terlebih dahulu kemudian baru merancang sesuai buku panduan. Kelima mahasiswa ini juga rajin mengadakan workshop dan kelas elektro untuk menyosialisasikan produknya.
“Usernya mulai dari SMP dan setelah dipantau penggunaan produknya, yang awalnya mereka tidak paham mau membuat apa akhirnya mereka mulai berkreativitas. Seperti merancang program bel alarm dengan buzzer sebagai sensor suara dengan arduino sebagai otak pengontrolnya,” ungkapnya.
Sebenarnya, teknik skill siswa Indonesia tergolong bagus tapi justru pelajaran TIK  tidak ada dikurikulum. Sehingga basic IT kurang khususnya dalam hal programming. Saat ditanya kenapa memilih mikrokontroler, kelima mahasiswa UGM menilai elektronika bagian dari teknologi revolusi. “Karena elektonika masuk jadi salah satu bidang teknologi revolusi, maka produk yang cocok dikembangkan adalah mikrokontroler,” urainya.
Produk mikrokontroler dalam bentuk eldukit ini awalnya dalam start kit lengkap dengan komponen elektronik plus buku panduannya. Dengan modal Rp 9 Juta, produk eldukit ini dikemas dalam kotak mika yang berisi ultrasonik sensor, kabel, lampu LED, buzzer, servo motor, dan arduino sebagai otak elektronikanya. “Produk awalnya start up kit tapi kami kembangkan dalam paket berikutnya berupa advance kit dengan radio otomatis,” tandasnya.
Dalam lomba ini, 10 finalis start up dari enam perguruan tinggi negeri beruntung dapat memaparkan model usaha yang dikembangkannya. Para finalis ini sebelumnya telah melalui proses seleksi ketat dari total 50 peserta start up se ASEAN. Pemenang nantinya akan mewakili ASEAN International  Business Model Competition (IBMC) langsung kuarter final. Juri penilai terdiri dari dua dosen internal UB dan tiga lainnya adalah praktisi mulai dari CEO PT Green Nitrogen, President Of Exzellenz Institute serta Director PT Myme Tala. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...