Pencegahan Narkoba Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi


MALANG - Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kini diformulasikan dalam program pendidikan tinggi. Hal ini ditengarai mahasiswa yang berpotensi sebagai pengguna bahkan pengedar narkoba.
“P4GN mulai diterapkan tahun ini dengan menginputnya kedalam tri dharma perguruan tinggi,” ujar Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Drs Heru Winarko SH saat memberi pemaparan pada kuliah tamu di FIA UB, kemarin.
Dia melanjutkan, P4GN diterapkan meliputi penelitian, pengkajian dan pengabdian masyarakat. Kemudian dikembangkan regulasinya dalam ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, dan kebijakan publik.
“Selain itu, mahasiswa juga harus berperan aktif dalam publikasi penelitian yang berkaitan dengan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Mahasiswa sebagai relawan yang melakukan pengabdian masyarakat harus menambahkan materi kaitan dengan P4GN,” tuturnya.
Sehingga, pengembangan materi bahaya penyalahgunaan narkotika juga diintegrasikan ke dalam mata kuliah. Pelaksanaan program pendidikan tinggi mulai dari pelatihan lokakarya, seminar dan kegiatan ilmiah di bidang pencegahan dan pemberantasan, pembinaan dan pengabdian masyarakat dalam upaya P4GN nantinya akan dikolaborasikan antara BNN dengan perguruan tinggi.
“Pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki UB dan BNN akan disinergikan untuk penunjang program tersebut. Potensi UB akan dikembangkan dengan Litbang BNN,” bebernya.
Heru menerangkan, Indonesia saat ini darurat narkoba dengan daya rusak yang lebih serius dibanding korupsi dengan potensi pasar  3,3 Juta dengan pengguna narkoba sekitar 250 Juta. Indonesia sebagai pasar potensial narkoba, mendapatkan dampak kerugian jiwa dan material, bahkan banyak pula aparat yang terjerat.
Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Ir Moh Bisri MSi mengaku narkoba menjadi penyakit yang kronis kini, terlebih dia mengkhawatirkan 54 ribu mahasiswanya yang mungkin berpotensi terjerat narkoba. Sehingga perguruan tinggi harus memiliki strategi mendasar untuk memerangi narkoba.
Saat ini di UB tengah berupaya merancang alat deteksi untuk psikotropika. Hanya saja masih terkendala izin edar dan pemasaran. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya peperangan melawan narkoba khususnya bagi civitas akademika UB.
“Teman ahli bio sudah menemukan alat deteksi dini psikotropika, tinggal izin edar dan pemasaran di biofarma. Sehingga diharapkan dapat segera terselesaikan sebagai penunjang program P4GN pada pendidikan tinggi,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :