Siswa Menangis, Tujuh Soal Bahasa Inggris Error


MALANG – Hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mata pelajaran bahasa Inggris dihadapi beberapa siswa SMAN 5 Malang dengan kecewa. Pasalnya, kotak play pada soal listening didapati error, hingga sebagian dari mereka harus memilih pilihan jawaban tanpa soal. Salah satunya dialami Putri Klarisa, siswi kelas IPS 3 yang kecewa karena harus mengarang jawaban pada tujuh soal listeningnya.
“Jelas saya panik waktu itu, tidak hanya saya saja, mulai dari operator hingga kepala operator ikut panik. Betapa tidak, saya yang lebih parah mendapati error tujuh soal listening. Soalnya dari urut nomor 1-6, sama soal nomor 14,” ujar Putri Klarisa yang ditemui Malang Post di halaman sekolah usai pelaksanaan UNBK sesi kedua, kemarin.
Dia melanjutkan, dua siswa lainya juga mengalami hal yang sama di ruang empat, tempatnya melaksanakan UNBK. Hanya saja problemnya berbeda, karena langsung dapat diatasi saat teknisi mengganti laptop mereka.
“Saya ganti laptop sampai dua kali. Ada dua teman saya yang juga mengalami hal sama, tapi hanya tiga soal yang tidak dapat diakses kotak playnya,” ungkap siswa yang sedang mendaftar SBMPTN di UGM dan UB ini.
Awalnya, trouble yang dialami adalah garis hitam pada laptopnya. Kemudian teknisi mengganti laptop Putri dengan laptop cadangan. Justru, kali kedua laptopnya mengalami trouble kembali karena kotak play soal listening miliknya tidak muncul.
“Saya mencoba berulang, biasanya direfresh bisa tapi kotak playnya tetap tidak terdengar. Hingga kepala operator dan pengawas juga ikut panik, akhirnya terpaksa saya tetap harus menjawab meski tanpa soal,” tutur siswa berjilbab ini.
Putri mengaku merasa kecewa sekaligus sedih karena peluangnya mendapat nilai sempurna jadi hilang. Menurutnya, 15 soal listening yang diperolehnya mudah dimengerti dan dikerjakan. Sehingga dengan tujuh soal error membuatnya mengarang jawaban.
“Kalau tingkat kesulitan menurut saya, lebih mudah UN timbang Try Out. Sedih pasti soalnya harus mengarang jawaban tadi,” bebernya dengan wajah menahan tangis.
Berbeda dengan Kornelia Putri, siswi kelas IPS 3 yang juga berada di ruang empat, mengaku pelaksanaan ujiannya berjalan lancar. Meski beberapa temannya mengalami masalah dan suasana ruang ujian ikut panik, Kornelia mencoba tetap tenang mengerjakan ujian. “Tadi soal listeningnya lancar diputar dua kali dengan speaking jelas. Hanya saja tadi sempat sih waktu mau mengoreksi, audionya mbrebet-mbrebet,” ujar siswa yang mendaftar SNMPTN jurusan Psikolog di Brawijaya tersebut.
Lain hanya dengan, Nela Falensia siswi kelas IPS 1 yang mengaku di ruangan tiga lancar saja. Tidak ada keluhan soal listening yang seperti dialami di ruang empat. Hanya saja, menurut pengalamannya mengerjakan soal, ada dua anak mengeluhkan koneksi internet yang tidak stabil. “Saya tadi juga mengalami koneksi internet yang tidak stabil, cukup menghentikan beberapa menit pengerjaan,” paparnya singkat.
Saat dikonfirmasi Malang Post, Waka Kurikulum SMAN 5 Malang, Pujo Suprapto MPd mengaku beberapa anak memang mengalami kendala laptop trouble. Namun teknisi dan proktor langsung bertindak untuk mengatasinya. Di SMAN 5 Malang hanya satu ruang yang menggunakan laptop, sisanya siswa menggunakan PC. Sementara koneksi internet yang disiapkan sebesar 100 MB. “Saat ada keluhan laptop trouble, tentu pengawas dan teknisi yang mendamping langsung menulis kedalam laporan berita acara untuk segera dikomunikasikan ke Pusat. Sebab yang rugi kan siswa kita sendiri. Troublenya itu murni faktor dari pusat,” imbuhnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :