Mahasiswa FH se-Indonesia Debat Konstitusi di UMM


MALANG - Mahkamah Konstitusi (MK) bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar  debat konstitusi di Aula GKB IV lantai 9 UMM.

Kegiatan debat konstitusi ini merupakan ajang latihan bagi mahasiswa untuk menggunakan argumen dan disampaikan serta menerima dengan baik.
"Wa jaadilhum billati hiya ahsan, bertukar fikiranlah kalian semua dengan baik, ilmiah, rasional dan objektif," pesan Wakil Rektor 1 Syamsul Arifin dirilis Humas UMM.
M. Guntur Hamzah selaku Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI  membuka acara debat konstitusi kali ini. Guntur menyampaikan bahwa acara ini merupakan debat tertinggi di kalangan mahasiswa.
"Debat konstitusi merupakan ajang kompetisi debat tertinggi yang mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi terbaik se-Indonesia," ujarnya.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan seminar nasional dengan tema “Menakar Efektifitas Penyelenggaraan Pilkada Serentak: Demokrasi Langsung atau Demokrasi Partisipatif” yang diikuti oleh  24 perwakilan antar perguruan tinggi (PT) se-Indonesia tingkat regional timur baik negeri maupun swasta,  dari Jawa Timur hingga Papua.
Hamdan, Janedjri M. Gaffar  selaku Staf Ahli Bidang Hukum & HAM Kementrian Agama RI mengatakan bahwa hal yang penting dalam pemilihan kepala daerah adalah makna kedaulatan rakyat.
"Artinya rakyatlah yang menentukan siapa yang akan menjadi kepala daerahnya bukan ditentukan oleh DPRD," tambahnya.
Di akhir, Wakil Rektor III UMM Sidik Sunaryo menambahkan selain kedaulatan, ada hal lain yang penting diperhatikan dalam Pilkada.
"Etika atau akhlaq menjadi hal yang penting dalam pemilihan kepala daerah," pungkasnya. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :