Unisma dan ABM Berlomba Targetkan Lolos PIMNAS


 
MALANG – Sebagai ajang bergengsi karya tulis ilmiah, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terus ditingkatkan kualitasnya pada masing-masing perguruan tinggi. Dua perguruan tinggi swasta yang PKM mahasiswanya lolos adalah Unisma dan ABM. Tak heran, keduanya saling berlomba menargetkan PKM mahasiswanya lolos PIMNAS.
“Kami bisa mengukur yang masuk PIMNAS sekitar empat judul. Sebelumnya, Unisma mengajukan 20 proposal dan yang lolos delapan judul,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unisma, Dr Ir H Badat Muwakhid MP yang ditemui Malang Post, usai syukuran Dies Natalis Unisma.
Dia melanjutkan, berdasarkan kebijakan Kemenristekdikti, dibeberapa area tertentu hanya dibagi 270 proposal saja. Rata-rata mahasiswa yang PKMnya lolos adalah semester tiga dan empat. Masing-masing PKM akan mendapat biaya setiap tahun yang difasilitasi sebesar Rp 12,5 Juta – Rp15 Juta.
“Prosesnya saat ini, tanda-tangan kontrak pembiayaan dari masing-masing penelitian,” ungkapnya.
Jika tahun lalu Unisma memiliki kebijakan memberikan dana talangan 50% kepada mahasiswa yang lolos. Tahun ini, Unisma memberikan 100% dana talangan agar mahasiswa segera action untuk PKMnya.
“Dana talangan kini ditingkatkan menjadi 100% dari universitas. Kalau sudah kontrak sudah pasti  jadi langsung ditalangi untuk segera bergerak,” bebernya.
Selain itu, Badat juga menegaskan kampus memiliki target empat dari delapan judul PKM mahasiswa Unisma dapat lolos PIMNAS. Sehingga kampus juga meningkatkan strategi pendampingan terhadap mahasiswa.
“Strategi kampus dengan pendampingan dan monitoring rutin dari kegiatan mahasiswa mulai awal untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan mahasiswa. Targetnya empat lolos PIMNAS dengan sasaran nanti mampu uji publikasi internasional,” paparnya.
Sementara itu, enam mahasiswa dari Universitas Malangkucecwara (ABM) PKMnya juga lolos. Sama halnya dengan Unisma, ABM bahkan menargetkan enam PKM yang lolos tersebut mampu masuk PIMNAS. Mengingat, pencapaian tahun lalu, dua PKM mahasiswa ABM juga masuk PIMNAS.
“Kita berharap semua bisa masuk PIMNAS. Di ABM dari 30 pendaftar yang lolos enam judul. Tahun lalu yang masuk PIMNAS ada dua dari enam judul dengan kategori presentasi terbaik no dua,” beber Pendamping PKM ABM, Lidia Andiani.
Terkait dengan dana penelitian, ABM tidak langsung memberi dana talangan. Sebab, usai tahapan tanda-tangan kontrak oleh Kopertis, maka sudah dipastikan akan segera turun dananya. Setidaknya, setelah penelitian di-acc, Kemenristekdikti akan mendanani penelitian sebesar Rp 6 Juta - Rp12 Juta tergantung reviewer nanti. 
“Sudah taken kontrak, mereka tunggu dana turun untuk melakukan kegiatan selanjutnya, kalau sudah tanda-tangan kontrak sudah pasti, dan nutut waktunya. Prosesnya mendampingi mahasiswa terus dilakukan dengan sistem satu proposal ada satu dosen pendamping,” tuturnya. (mg3/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...