UNBK Berakhir, Langsung Persiapan SBMPTN


 
MALANG – Biasanya hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disambut lebih rileks oleh peserta ujian. Namun, kali ini berbeda diungkapkan sebagian besar peserta ujian SMA Brawijaya Smart School (BSS), yang mengaku tidak terlalu rileks menghadapi ujian peminatan tersebut. Sebab, siswa mendapati sulitnya soal yang mereka kerjakan, kemarin. Terlebih setelah UNBK, siswa SMA BSS akan langsung digembleng bimbingan SBMPTN selama dua minggu.
“Jujur, tidak terlalu rileks juga mengerjakannya, soalnya harus dapat soal peminatan ekonomi. Tidak ada liburan usai ujian, karena langsung ikut bimbingan SBMPTN,” ujar Delvio Nevanda Putri, siswi kelas IPS 2 yang ditemui usai mengerjakan UNBK.
Dia melanjutkan, meski mengerjakan soal dengan tenang, tapi tetap mengalami kesulitan karena banyaknya soal hitungan yang kurang dipahami. Selain itu, Delvio juga mengaku antara soal yang disajikan dengan pilihan jawaban kurang sinkron. Sehingga menurutnya, soal UNBK kemarin lebih sulit dari try out.
“Lumayan susah angkanya, banyak hitungan dan kalimat di soal kurang bisa dipahami. Ngepres waktunya juga,” ungkapnya.
Dari segi teknis, dia mengaku tidak ada kendala yang cukup berarti. Namun demikian, di ruangannya mengerjakan soal ada beberapa siswa yang mengalami proses input token berulang.
“Kalau saya lancar, tapi ada beberapa teman saya yang mengulang token, biasanya faktor servernya,” bebernya.
Sama halnya dengan Delvio, Rifyal Ka’bah yang juga siswa kelas IPS dengan soal peminatan Sosiologi mengaku tingkat kesulitan soal pada UNBK cukup tinggi dibanding dengan soal try out. Rifyal juga sependapat jika waktu dua jam tidak terlalu cukup untuk benar-benar mengerjakan 50 soal secara maksimal. Terlebih, teks yang panjang dengan banyaknya analisa dan penalaran. 
“Waktunya tidak cukup untuk koreksi juga karena teks terlalu panjang dan sebagian ada yang belum diajarkan seperti materi konflik sosial, jadi susah dipahami,” tutur siswa yang mengerjakan UNBK di ruang tujuh ini.
Sementara itu, siswa kelas IPA berbeda pendapat terkait tingkat kesulitan soal. Salah satunya, Faradina Nuraini kelas IPA 4 yang mendapat soal peminatan biologi mengaku banyak soal dari buku panduan UNBK yang keluar. Bahkan menurutnya, soal UNBK lebih mudah daripada try out.
“Di buku Detik banyak yang keluar kok, menurut saya lebih mudah dan lancar,” ujar siswi yang telah mendaftar SNMPTN ke UB Malang jurusan kebidanan dan gizi.
Peserta UNBK di SMA BSS terdata sebanyak 158 yang terdiri dari 104 siswa IPA, dan 54 siswa IPS. Sekolah menyiapkan empat ruang ujian dengan pelaksanaan sebanyak dua sesi. UNBK ditunjang dengan dua server utama dan satu cadangan.
Siswa IPA akan mengerjakan soal peminatan meliputi kimia atau biologi. Sedangkan, siswa IPS akan mengerjakan soal peminatan meliputi ekonomi, geografi, atau sosiologi. Siswa juga didrill kembali dengan bimbingan SBMPTN pada Rabu (18/04), yang meliputi pendampingan motivasi, try out dan konsentrasi SBMPTN.
“Siswa langsung menjalani bimbingan SBMPTN selama dua minggu. Untuk rekreasi, pelaksanaannya sudah dilakukan sebelum mereka ujian. Jadi, sekarang memang mereka harus dipersiapkan ke SBMPTN,” kata Ketua Panitia UNBK SMA BSS, Yunia Nur Wulan SPd. (mg3/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...