Badan Usaha STIMATA Raih Dana Dikti

 
MALANG – Tahun ini STMIK Pradnya Paramita Malang (STIMATA) menerima dua hibah pengabdian masyarakat (abdimas) dari kemenristek Dikti yakni Program pengembangan usaha produk intelektual kampus (PPUPIK) dan Program kemitraan masyarakat (PkM). Untuk mendapatkan hibah PPUPIK, STIMATA mengusulkan Microsoft Technology Associate (MTA) Academy sebagai badan usaha.
MTA Academy merupakan pusat pelatihan dan ujian sertifikasi profesi internasional bidang sistem dan teknologi informasi berbasis Microsoft seperti software development, database administration, dan networking. Organisasi penyelenggara pelatihan dan sertifikasi MTA pertama dan satu-satunya di Indonesia ini  juga sekaligus bentuk kerja sama antara STIMATA dengan PT Infosis BLU Jawa Timur, selaku perpanjangan tangan dari PT CERTIPORT International.Dalam hibah PPUPIK ini, PT. Infosis BLU digandeng sebagai mitra kerja dan sepakat untuk mendukung kegiatan ini baik dalam bentuk in cash maupun in kind, seperti dukungan marketing.
Ketua PPUPIK, Samsul Arifin, S.Kom, MMSI, mengatakan selalu optimis bahwa MTA Academy dapat berkembang dengan baik karena STIMATA memiliki modal yang mumpuni. Dari ketersediaan instruktur, STIMATA memiliki setidaknya 10 dosen yang bersertifikat MTA, ditunjang juga oleh sarana ruangan kantor dan tempat pelatihan dan ujian sertifikasi yang memadai.
“Meskipun saat ini MTA Academy belum banyak diminati oleh kebanyakan mahasiswa maupun masyakarat umum, mungkin karena mereka belum banyak yang tahu. Adanya hibah PPUPIK ini semoga mampu membantu kami dalam rangka mempromosikan bahwa kami menyediakan sertifikasi MTA,” ujar Samsul.
Menurutnya, untuk mendapatkan hibah PPUPIK ini pihaknya harus meyakinkan pihak asesor Dikti bahwa badan usaha yang diusulkan memiliki nilai ekonomis, karena tujuannya agar kampus memperoleh pendapatan dari karya intelektual dosen serta harus dapat berlangsung dan meningkat.
“Oleh karena itu, hibah ini bersifat multi-year dengan pendanaan maksimal selama tiga tahun, dimana tiap tahun, kinerja badan usaha yang dibentuk dievaluasi oleh asesor Kemenristek Dikti,” papar Samsul.
Sementara itu, hibah kedua yaitu PkM yang diketuai oleh Dr. Tubagus M. Akhriza, PkM yang bertemakan Pengembangan Kurikulum berorientasi sertifikasi Internasional bagi SMK Kabupaten Malang, dalam jangka panjang juga akan mensupport penyelenggaraan MTA academy.
“Dua sertifikasi Internasional yang menjadi acuan adalah Sertifikasi software development fundamental berbasis MTA untuk bidang yang rekayasa perangkat lunak (RPL) dan Sertifikasi Adobe certified associate (ACA) untuk bidang multimedia,” terang Akhriza.
Dua mitra yang dirangkul di PkM ini adalah SMK Diponegoro Tumpang yang memiliki jurusan multimedia, dan SMK Riyadlul Quran yang memiliki jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kegiatan yang dilakukan yaitu pengembangan CD bilingual pembelajaran sertifikasi internasional di bidang RPL dan multimedia, pengembangan kurikulum di SMK mitra yang berorientasi sertifikasi MTA dan ACA, serta transformasi pengetahuan, berupa sosialisasi kegiatan PkM ini kepada SMK-SMK di Malang raya, khususnya kepada kedua mitra.
Salah satu luaran dari PkM adalah CD pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum MTA software development fundamental yang berjumlah enam modul, dan lima modul untuk kurikulum ACA, sehingga total terdapat 11 CD modul pembelajaran yang direncanakan akan didaftarkan untuk memperoleh HKI.
“Dimilikinya CD modul ini secara tidak langsung akan mendukung pengembangan dan keberlanjutan MTA academy yang dikembangkan oleh tim PPUPIK STIMATA,” pungkas Akhriza. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...