Buka Peluang Beasiswa Dosen ke Taiwan


 
MALANG – Unisma kembali melebarkan sayap dengan melakukan kerja sama luar negeri, kali ini dengan Tunghai University di Taichung, Taiwan. Bersama dengan 29 PTNU lainnya, Unisma juga melakukan penandatanganan MoU dengan 40 pimpinan Perguruan Tinggi di Taiwan. Melalui kerja sama ini, Unisma meraih beasiswa bagi dosen untuk studi lanjut ke Taiwan.
“Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi di bawah LPNU, termasuk persiapan internasionalisasi Unisma,” ujar Wakil Rektor 1, Prof Drs Junaidi MPd PhD yang mewakili Rektor dalam kunjungannya ke Tunghai University di Taichung, Taiwan (14/04).
Dia melanjutkan, difasilitasi pertama kali oleh LPNU, membuka peluang baru bagi Unisma untuk mendapatkan program beasiswa dosen di Tunghai University di Taichung, Taiwan. Universitas tersebut dipilih karena unggul dalam program studi bisnis atau manajemen dan teknik. 
“Setidaknya ada peluang dua dosen mendapat beasiswa Doktor di sini. Terutama bagi dosen yang pandai berbahasa Inggris, sebab akan diikutkan kelas Internasional nantinya,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya, Junaidi langsung disambut baik oleh Wakil Rektor Tunghai University di Taichung, Li Chih Wang PhD. Peluang beasiswa dosen tersebut ditujukan untuk Unisma hingga akhir April ini dengan persyaratan mutlak yakni dosen harus memiliki kompetensi bahasa Inggris meliputi skor IELTS 6.5 atau TOEciFL 550 sekaligus mendapat rekomendasi dari Rektor Unisma. 
“Dia menjanjikan beasiswa PhD untuk dosen Unisma, asal segera mendaftar sebelum Mei dan Dosen dari FIA, FEB atau FT harus memanfaatkan peluang ini. Nantinya akan ada seleksi dosen secara internal yang akan dipilih untuk beasiswa tersebut,” tandasnya.
Tak hanya mengunjungi Tunghai University di Taichung, 30 Perguruan Tinggi NU juga berkesempatan mengunjungi Taichung Veterans General Hospital. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit pendidikan untuk mahasiswa kedokteran di Taichung dan sekitarnya.
Dengan melayani lebih dari 6000 pasien setiap hari, rumah sakit pemerintah ini mendapat predikat  terbaik di Taiwan Tengah, bahkan di seluruh Taiwan. Kunjungan tersebut akan berakhir Selasa (17/04) dengan kegiatan penandatanganan MoU antara 30 Pimpinan PTNU dan 40 Pimpinan Perguruan Tinggi di Taiwan.
“Kami sempat mengunjungi fasilitas pendidikan dan ruang ujian Akhir, jika di Indonesia semacam Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Dokter (UKPPD). Selain itu, dia juga mengundang mahasiswa kedokteran Unisma untuk melakukan shortcourse atau intership di rumah sakit tersebut,” imbuhnya. (mg3/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...