Didik Siswa Santun di Sekolah dan Rumah


MALANG - SD Muhammadiyah 3 Assalam memiliki program Sekolah untuk Rumah. Program ini menjadi komitmen guru untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk siswa. Sehingga, hasil belajar di sekolah bisa diterapkan ketika berada di rumah.
"Kami ingin anak-anak yang sekolah di sini membawa dampak positif di lingkungan keluarga mereka," ujar Kepala SD Muhammadiyah 3 Assalam  Syai'in Kodir, S. Pd.
Menurutnya, salah satu indikasi berhasilnya proses pembelajaran yaitu kemampuan siswa dalam mengamalkan ilmu pengetahuan yang didapat dari guru di sekolah.  Akhirnya, orang tua merasa senang jika terdapat perubahan yang lebih baik pada diri anak-anak mereka sebagai imbas dari ilmu yang diperoleh.  Untuk mencapai hal tersebut, para pendidik perlu berupaya untuk menciptakan sebuah sistem pendidikan yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh orang tua siswa. Program Sekolah untuk Rumah mengutamakan penilaian orang tua terhadap hasil dari pendidikan karakter yang diterapkan guru di lingkungan sekolah. 
Menurut Syai’in, dampak yang paling mudah dirasakan oleh orang tua adalah sikap anak dalam kehidupan sehari-hari.  Maka poin utama yang menjadi bidikan guru SD Muhammadiyah 3 yaitu karakter siswa.  Sebab, lanjutnya, sikap dan akhlak seseorang merupakan yang paling mudah dirasakan oleh orang sekitarnya.
"Memang ini bukan hal yang mudah, maka kuncinya adalah pembiasaan yang diterapkan saat mendampingi siswa di sekolah,” ungkapnya.
Untuk itu,  berbagai upaya selama ini dilakukan guru SD Muhammadiyah 3 Assalam. Diantaranya pendampingan yang lebih interaktif dengan siswa. Muatan akhlak diberikan langsung dengan contoh dan sikap sehari-hari tanpa menunggu teori di kelas.
Dimulai dari hal kecil seperti bagaimana bersikap pada teman,  guru atau yang berkaitan dengan diri sendiri. 
"Misalnya bagaimana akhlak minum,  masuk masjid,  belajar, semuanya dicontohkan langsung oleh guru tanpa menunggu teori," tutur Syai’in. "Termasuk bagaimana mereka bersikap pada teman dan guru," sambungnya. 
Ia bersyukur,  selama ini pihaknya seringkali mendapatkan laporan dari orang tua terkait perubahan positif dari anak-anak mereka.  Terutama yang berhubungan dengan akhlak. 
"Sudah ada laporan dari orang tua yang menurut kami itu sebuah kebanggaan," kata dia.
Mantan guru MTs Muhammadiyah Tlogomas ini juga berharap keluhuran budi siswa-siswi SD Muhammadiyah 3 Assalam juga dirasakan oleh masyarakat.  Sebab tak bisa dipungkiri,  pergaulan anak tidak terbatas di lingkungan sekolah dan keluarga saja.  Tapi juga lingkungan masyarakat sekitar yang juga berharap dampak positif dari keberadaan lembaga pendidikan.
"Komitmen kami membentuk siswa yang berakhlak. Ketika menjadi siswa, mereka bisa mendengar, ketika menjadi teman  mereka menolong dan ketika menjadi masyarakat mereka peduli, " pungkasnya. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...