Gagal SNMPTN, Segera Daftar SBMPTN


MALANG - Sebanyak 110.946 siswa dinyatakan lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), kemarin. Mereka diseleksi dari total pendaftar sebanyak 586.155 siswa dan 29.069 diantaranya dinyatakan lolos sebagai peserta Bidikmisi.
“Setelah pengumuman SNMPTN dilakukan, maka siswa yang tidak diterima lewat jalur tersebut masih dapat mendaftar melalui jalur SBMPTN. Jalur SBMPTN tersebut terbagi menjadi dua yakni Uji Tulis Berbasis Kertas (UTBK) dan Uji Tulis Berbasis Computer (UTBC),” ujar Ketua Panlok 55 Malang, Prof Kusmantoro kepada Media.
Dia melanjutkan, khusus Uji Tulis Berbasis Computer (UTBC) pendaftaran sudah dibuka mulai hari ini. Bagi siswa yang ingin mengikuti test melalui SBMPTN UTBC disarankan untuk segera mendaftar, sebab kuota UTBC terbatas.
“Panitia menyesuaikan jumlah pendaftar test SBMPTN melalui UTBC dengan kuota komputer yang tersedia di tiga PTN yakni UB, UM, UIN,” tandasnya.
Jika ditotal, jumlah kuota yang disediakan sesuai komputer sebanyak 1.720, yang terdiri dari UB sebanyak 745 unit, 855 unit komputer di UM, dan 120 unit komputer di UIN Maliki. Sementara itu, untuk testnya panlok 55 tidak menyiapkan soal cadangan. “Jika listrik mati, ya sudah. Sehingga panlok 55 bertanggung jawab penuh untuk menyediakan genset di beberapa lokasi test,” bebernya.
Pengumuman SNMPTN dapat diakses dari jam 17.00 WIB kemarin, melalui laman http://pengumuman.snmptn.ac.id dengan cara memasukkan nomor pendaftar dan tanggal lahir peserta. Bagi pendaftar yang kehilangan kartu SNMPTN 2018 akan diberikan kesempatan cetak ulang mulai 18 April – 8 Mei 2018.
Menurut data panitia SNMPTN Pusat, hasil SNMPTN dibanding tahun lalu mengalami penurunan. Tahun lalu, terdata sebanyak 517.166 pendaftar, prosentase yang diterima sebesar 19,70% dengan jumlah siswa yang diterima sebanyak 101.906 siswa. Sedangkan tahun ini, sebanyak 586.155 pendaftar, prosentase yang diterima sebesar 18,93% dengan 110.946 siswa.
Dalam penerimaan program bidikmisi, juga mengalami penurunan siswa yang diterima dari 20,68% menjadi  19,43%. Tahun lalu, dari 130.854 pendaftar yang diterima sebanyak 27.068 siswa. Sedangkan tahun ini, sebanyak  144.450 pendaftar yang diterima 28.069 siswa.
Jawa Timur masuk pada urutan pertama jumlah pendaftar terbesar yang diterima jalur SNMPTN dan masuk urutan kedua dengan jumlah 2420 siswa yang berpotensi diterima bidikmisi. Terdata, di Jawa Timur dari jumlah pendaftar SNMPTN sebanyak 85.838 yang diterima sebanyak 14.518 siswa. Sementara program bidikmisi, dari jumlah pendaftar sebanyak 24.075 yang diterima sebanyak 2420 siswa. UB masuk urutan pertama 10 besar siswa diterima PTN dengan jumlah 3341 pendaftar. Sedangkan, UM sendiri masuk urutan kesembilan siswa diterima PTN dengan jumlah 2356 pendaftar.
Status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa di PTN tujuan, ditentukan berdasar hasil verifikasi data akademik berupa nilai rapor dan berkas pendukung lainnya. Kehadiran saat registrasi menentukan proses verifikasi dan status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa. Registrasi peserta SNMPTN dimulai tanggal 8 Mei 2018. Setelah peserta dinyatakan lolos, maka status SNMPTN ditetapkan diterima.
Bagi peserta SNMPTN yang merupakan peserta bidikmisi, selain akan dilakukan verifikasi data akademik, PTN juga akan melakukan verifikasi data ekonomi dan atau kunjungan ke alamat tinggal peserta.
“Bagi pendaftar bidikmisi, belum tentu diterima bidikmisinya, sebab akan dilakukan visitasi oleh PTN,” imbuh Kabag Humas UM, Dra Aminarti Siti Wahyuni. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...