Sasongko, Guru SMAN 8 Raih Gelar Doktor


GURU SMAN 8 Malang Sasongko berhasil menyelesaikan studi doktor di Universitas Negeri Malang (UM). Gelar ini diraihnya dengan perjuangan berat, sebab ia harus pintar membagi waktu di sekolah dan kuliah. Pengalaman ujian disertasi menjadi salah satu kenangan istimewanya sebelum resmi menyandang gelar doktor.
“Awalnya memang menegangkan diuji oleh delapan orang. Tapi di perjalanan tiga jam ujian itu, saya sudah bisa lebih tenang,” ujarnya kepada Malang Post.
Selama kuliah, membagi waktu adalah hal yang dirasa paling sulit, meskipun dia diberi kemudahan berupa jarak antara sekolah dan kampus yang cukup dekat. Seusai kuliah, dia hanya perlu waktu sekitar lima menit untuk berjalan kembali ke sekolah melanjutkan pekerjaan.
“Tugas-tugasnya dikerjakan malam hari. Intinya memang harus pintar membagi waktu dan tenaga. Alhamdulillah bisa selesai juga, meskipun saat mengerjakan disertasi ini saya sampai hanya tidur dua jam sehari,” papar Waka Kesiswaan SMAN 8 Malang ini.
Diakuinya, Dr. M Sulthon MPd, selaku Kepala SMAN 8 Malang memiliki peran sebagai motivator. Sama-sama bergelar doktor, membuat Sulthon mengerti betul kesulitan yang dialaminya.
“Beliau sering mengingatkan saya untuk segera selesai, kalau ketemu juga bertanya sampai dimana pengerjaan disertasi. Saya juga sering sharing terkait ini. Alhamdulillah, gelar ini juga bisa untuk memotivasi guru yang untuk segera selesaikan studinya buat yang masih sekolah, atau mengambil studi lanjut,” imbuhnya.
“Dengan gelar ini tidak bisa dipungkiri jadi sebagai suatu kebanggan, sekaligus beban moral juga karena semakin tinggi pendidikan, orang harus lebih bijaksana,” imbuhnya.
Lulus S1 di UM dengan gelar lulusan terbaik di tahun 1995, tidak dapat mengantarkannya menuju S2 dan menjadi dosen sesuai dengan cita-citanya. Terkendala oleh beberapa hal, dia memilih untuk menjadi guru. Di tahun 2006, Sasongko lulus S2 di Universitas Widyagama di jurusan Managemen. Pada 2017, gelar doktor sukses diraihnya.

Sasongko memilih disertasi dengan judul Managemen Pembiayaan Pendidikan di Kota Malang. Tema ini dipilih karena menurutnya kegiatan sekolah tidak terlepas dari pembiayaan dan anggaran. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...