Lestarikan Budaya di Java Heksa Festival


 
MALANG - “Rame Ing Gawe, sepi Ing Pamrih, Memayu Hayuning Bangsa” menjadi semangat yang diusung SMAN 6 Malang dalam agenda Java Heksa Festival. Agenda tahunan keempat ini digelar, Kamis (19/4/18) dengan berbagai kegiatan menarik. 
Lomba internal yang diadakan yaitu Pemilihan Putra-Putri Smariheksa, gobak sodor, iriton jawa, bazar, kaligrafi, bazar, kaligrafi aksara jawa, desain batik, dan ul dowo. Sedangkan lomba eksternal yaitu nembang jawa dan tari tradisional.
Lomba eksternal diikuti oleh 8 peserta nembang jawa dan 9 peserta tari tradisonal. Penampilan Remo Bolet dari peserta pertama manarik perhatian para penonton lantaran dua penari tradisional terdiri dari satu cewek dan satu cowok ini membawakannya dengan sangat luwes.
Bahkan di atas panggung mereka bisa membawa penonton ikut dalam alur yang dibawakan melalui ekspresi yang ditunjukkan. Peserta dari SMPN 12 Malang Nasya Rubai mengaku lega telah membawakan tarian Remo Bolet dengan maksimal. 
“Saya mempersiapkan tarian ini selama satu minggu, saat di atas penggung tegang namun berusaha memberikan penampilan yang terbaik yang saya bisa,” ujar Nasya.
Menurutnya, Java Heksa Festival di SMAN 6 Malang ini sangat bagus sekali untuk mendukung para siswa yang tertarik di bidang kesenian.
“Saya pribadi ingin terus berkecimpung di bidang seni tari karena sejak kecil suka tari,” ujarnya.
Kompak bekerja sama antara siswa dan keseluruhan panitia terlihat dari suksesnya Java Heksa Festival 2018. Suasana juga sangat meriah, semuanya bernuansa adat jawa tanpa terkecuali, mulai dari pakaian, lomba, hingga bahasa yang dibawakan. 
Kepala SMAN 6 Malang, Drs. Hariyanto, M.Pd, mengatakan, kegiatan rutin ini digelar untuk melestarikan budaya jawa. Terlebih sekolah ini menonjol dengan prestasi non akademik khususnya di bidang seni.
“Berbeda dari sekolah lainnya yang lebih menonjol di akademiknya. Dari seni inilah kami bisa melestarikan budaya dan mencari bibit unggul bidang kesenian. Bahkan sekolah bertekad mengenalkan budaya Indonesia di forum internasional,” ujar Hariyanto.
SMAN 6 Malang juga berkontribusi dalam mengenalkan budaya Indonesia di kancah Internasional melalui program Student Exchange dengan sekolah di Thailand yang rutin setiap tahun. Bahkan dari kegiatan ini 80 persen pengenalan budaya sedangkan 20 persennya akademik.
Setelah semua menunjukkan penampilan, juri memutuskan para juara di Java Heksa Festival IV ini yaitu juara 1  tembang jawa diraih oleh SMPN 4 Malang, juara 2 diraih SMPN 23 Malang, dan juara 3 diaraih SMPN 8 Malang. Sedangkan lomba tari tradisional juara 1 diraih oleh SMPN 4 Malang dengan tarian Jejer Gandrung, juara 2 diraih SMPN 8 Malang dengan tarian Remo, dan juara 3 diraih SMPN 12 dengan tarian Remo Bolet. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...