Khusyuk, Siswa dan Orang Tua Berdoa di Masjid Jami

 
SISWA-siswi kelas VI SD Plus Al-Kautsar tampak khusus melaksanakan rangkaian doa bersama di Masjid Jami Alun-alun Kota Malang.  Mulai dari salat sunnah tahiyatul masjid, salat dhuha hingga salat hajat. Dilanjutkan dengan sujud syukur yang dilakukan khusyuk, mengungkapkan kehambaan yang begitu mendalam. 
Usai sujud syukur,  kegiatan ibadah yang juga dihadiri oleh orang tua siswa ini,  diteruskan dengan pembacaan surat yasin, istighotsah dan ditutup dengan doa. Seluruh rangkaian ibadah bersama ini  terlaksana dengan lancar dan penuh khidmat.  
Begitulah gambaran suasana saat pelaksanaan acara doa bersama, antara guru, orang tua siswa dan siswa kelas VI SD Plus Al-Kautsar.  Kegiatan yang digelar pada Hari Rabu (18/4) ini, bertujuan untuk mempersiapkan batin siswa menjelang pelaksanaan ujian akhir.  
"Doa itu jangan disepelekan. Karena doa mampu mengubah takdir, dan doa adalah intisari dari ibadah," ujar Kabid Humas SD Plus Al-Kautsar Darmaji, S. Ag kepada Malang Post di sela acara.  
Untuk menghadapi ujian,  siswa perlu dipersiapkan semaksimal mungkin. Tidak hanya dhohir, tapi juga batin. Agar secara mental dan kejiwaan siswa semakin mantap. 
"Makanya kami perlu mengadakan acara doa bersama ini," imbuhnya.  
Selain doa bersama,  siswa kelas VI bersama guru dan orang tua,  sehari sebelumnya juga melaksanakan bakti sosial ke Panti Asuhan Al-Kaaf dan Muhajirin di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. 
Menurut Darmaji, terdapat banyak nilai pendidikan yang bisa ditanamkan dalam diri siswa melalui kegiatan amal ini. Salah satunya nilai sosial,  dengan tumbuhnya rasa peduli kepada sesama. Siswa SD Plus Al-Kautsar yang hidup di keluarga berkecukupan merasa perlu membantu saudara mereka yang butuh bantuan.  
"Di sini kita mengajak anak-anak untuk bersyukur,  bahwa nikmat Allah begitu besar yang telah diterima selama ini.  Dengan berkunjung ke panti asuhan,  mereka dapat menyaksikan bahwa masih banyak anak-anak yang tidak seberuntung mereka, sehingga hatinya tergugah untuk membantu," tuturnya.
Darmaji menjelaskan, dana untuk kegiatan baksos ini digalang sehari sebelum pelaksanaan. Jumlah yang yang terkumpul sebesar Rp 12 juta. Sebagian diberikan dalam bentuk sembako dan sisanya berupa uang tunai untuk keperluan sarana dan keperluan santri yatim piatu. 
"Selain bantuan dari orang tua yang begitu besar untuk program peduli duafa ini, dana baksos juga kami ambil dari amal Jumat, yang selama ini menjadi sarana latihan anak-anak untuk beramal jariyah," tambahnya.
Ia mengatakan, kegiatan baksos dan doa bersama merupakan satu rangkaian acara sebagai upaya persiapan batin siswa sebelum menghadapi ujian. Adapun persiapan dhohir, kata Darmaji, juga sudah dilakukan dengan beragam kegiatan. Salah satunya pelaksanaan tryout untuk kelas VI yang digelar hingga tiga kali, baik secara internal SD Plus Al-Kautsar maupun tryout yang dilaksanakan dinas pendidikan. 
“Semua upaya telah dilakukan. Inilah bentuk ikhtiar kami dalam mengantarkan anak untuk sukses ujian akhir nanti. Hasilnya, kita serahkan kepada Allah, semoga sesuai dengan harapan kita semua,” pungkasnya. (imm/sir/oci)    

Berita Terkait

Berita Lainnya :