Input Berkualitas, Lulusan FKIP Unisma Makin Berkelas

 
MALANG - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma melepas 57 wisudawan, hari ini. Terdiri dari 16 lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, 20 lulusan Matematika, dan 21 lulusan Bahasa Inggris. Mereka tak hanya sekadar lulus, tapi juga mampu merampungkan studi lebih cepat yakni 3,5 tahun.
“FKIP Unisma memiliki program pada 2017 untuk meluluskan mahasiswa 3,5 tahun. Pada umumnya mereka memang unggul dengan IPK diatas 3,5,” ujar Dekan FKIP Unisma, Dr Hasan Busri MPd usai ditemui Malang Post.
Dia melanjutkan, kompetensi mahasiswa dari empat tahun terakhir di Unisma mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan input mahasiswa yang bagus. Sehingga, Unisma makin percaya diri bersaing mulai dari tingkat nasional hingga internasional. 
“Stigma masyarakat terkait perguruan tinggi swasta kali ini berubah, dapat dilihat dari input Unisma yang fresh graduate dan siswa yang berpotensi,” bebernya.
Karena itu, lanjutnya, Unisma tak mau kalah dengan universitas negeri lainnya dalam berbagai kompetisi, baik tingkat nasional hingga internasional. Prestasi bermunculan diraih FKIP Unisma, mulai dari fakultas yang masuk dalam 45 LPTK terpercaya untuk menjalankan program pendidikan profesi guru. Selain itu, FKIP Unisma juga memenangkan hibah revitalisasi LPTK dari 422 LPTK seluruh Indonesia. 
“Dari 422 LPTK seluruh Indonesia yang dipilih hanya 46 LPTK untuk mendapatkan hibah revitalisasi, salah satunya FKIP Unisma. Sementara untuk menjalankan program pendidikan profesi guru, Unisma juga mendapat kepercayaan,” bebernya.
Sementara itu, banyak program yang akan dijalankan FKIP Unisma untuk menjadi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang unggul dan menjadi rujukan LPTK lainnya. Mulai dari penataan SDM melalui penelitian dan pengabdian masyarakat, meningkatkan kompetensi dosen dengan mendorong para dosen menjadi narasumber di berbagai lokakarya maupun seminar, serta meningkatkan sarana dan prasarana. 
“Kami juga akan mengupayakan dalam peningkatan sarana dan prasarana yakni lab multimedia representative, lab micro teaching, serta membenahi English for Young Learners (EYL),” tuturnya.
Dalam meningkatkan kemajuan, FKIP Unisma memiliki target yakni meningkatkan 70%  jumlah lulusan dengan IPK di atas 3,50, meningkatkan 75% jumlah dosen yang menulis jurnal akreditasi nasional maupun internasional, serta meningkatkan jumlah penelitian. 
Sebanyak 85% lulusan FKIP ingin menjadi guru, sehingga diharapkan mengikuti program pendidikan profesi guru untuk menunjang kompetensi mengajar. 
“Pendidikan di Unisma bukanlah akhir, tapi perlu dikembangkan pada tingkat selanjutnya. Bagi lulusan yang tidak melanjutkan harus tetap meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja,” pesan Dekan pada wisudawan.
Wisudawan terbaik FKIP Unisma peringkat kedua tertinggi di Universitas dengan IPK tertinggi 3,97 yang diraih oleh Uni Sofia. Lulusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia ini terkenal aktif mengikuti organisasi di kampus. Mulai dari PMII, HIMAPRODI, lembaga pers mahasiswa fenomena, sekjen BEM Universitas, hingga Badan Pengurus Advokasi Perhimpunan Pers Mahasiswa kota Malang. 
“Organisasi itu sangat penting sebab ilmu yang didapat lebih beragam. Walaupun sibuk antara kuliah dengan organisasi, tapi Alhamdulillah saya dapat membagi waktu.  Saya pikir rugi jika kuliah tanpa berorganisasi,” tandas wanita berjilbab ini.
Selama belajar di Unisma, dia menilai kampus hijau yang membesarkannya ini memiliki nilai islam yang kental. Selain itu, dia juga diajarkan sebagai calon pendidik yang mampu menjadi teladan terhadap siswanya. 
“Mulai dari tata krama, sopan santun, dan budi pekerti diajarkan terhadap mahasiswa Unisma,” papar wanita asli Bondowoso ini. 
Meski begitu, wanita yang menyukai warna hijau ini lebih cenderung memiliki passion dibidang jurnalistik. Sejak mengenal dunia liputan pada 2014 lalu, dia bahkan berencana untuk menjadi seorang jurnalis setelah lulus. 
“Jurnalis itu menurut saya dunia yang menantang. Mereka mampu lebih dekat dengan orang-orang yang berpengaruh ya lewat jurnalis dan orang tua selalu mendukung asal baik bagi saya,” kesan Uni. (mg3/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...