Kompeni STIKI Pamer Karya Milenial


MALANG – Ragam koleksi fotografi tahun 90-an hingga sekarang terpampang pada papan pameran di acara Established 199x atau disingkat EST 199X, Sabtu (21/4). Foto-foto bertemakan “Milenial” hasil jepretan Anggota Muda Kumpulan Mahasiswa Pecinta Seni (Kompeni) STIKI Malang ini berhasil menarik mata pengunjung yang datang.
Pada pameran ini, pengunjung disuguhi foto yang menunjukkan perbedaan antara zaman dulu dan sekarang.
Ketua Pelaksana, Feriansyah Priatama, mengatakan, EST 199X ini menampilkan tiga divisi Kompeni sekaligus yakni Fotography, Desain, dan Musik. Ketiganya disajikan dalam satu rangkaian sehingga mahasiswa dapat menikmati ketiganya dalam satu waktu dengan iringan live musik.
“Acara ini tidak hanya untuk kalangan Kompeni STIKI saja namun terbuka untuk umum, bahkan kami juga mengundang puluhan UKM seni dari semua kampus di Kota Malang,” ujar Feri.
EST 199X mengusung tema Mileneal, yakni generasi yang lahir dari tahun 90-an hingga 2000-an dan juga generasi yang lahir pada perkembangan teknologi yang sangat cepat. Tema ini diambil untuk sekilas mengingatkan generasi ini pada jaman dahulu.
“Tema milenial ini bisa terlihat dari foto-foto yang dipamerkan, kemudian juga bisa dijumpai pada mural-mural yang dibuat oleh para mahasiswa seni desain baik dari Kompeni sendiri maupun UKM dari kampus lain,” ujar Feriansyah.
Mahasiswa menggambarkan tema tersebut dengan berbagai imajinasi, ada yang menggambarkan seorang wanita sibuk dengan gadgetnya. Ada pula mural karya Raden Handoko Setiawan yang menggambarkan seorang wanita berwajah suram. Bisa diartikan tokoh yang digambarkan mewakili kondisi saat ini dengan banyaknya kasus kekerasan atau pelecehan terhadap wanita.
“Sebetulnya tokoh wanita ini bisa menggambarkan ekspresi apa saja, namun memang lebih mengarah pada kondisi resah, gelisah, amarah, takut, dan lain-lain. Hanya saja lebih mengarah pada situasi dari seorang wanita yang merasa kehidupannya suram,” ujar Raden.
Sementara itu, Ketua Kompeni STIKI Malang, Robert Saputra, mengatakan, terbentuknya acara ini lantaran sebelumnya angkatan muda (angkatan 2017) telah mengikuti acara diklat Kompeni kemudian mereka diminta untuk membuat sebuah event dan diberkenankan menyiapkannya dalam waktu satu bulan.
“Dengan acara yang mereka buat sendiri bisa memberikan pengalaman kepanitiaan para angkatan muda Kompeni STIKI Malang,” ujar Robert.
Menurutnya, melalui kegiatan ini mahasiswa angkatan muda juga bisa berbenah untuk lebih bagus lagi dan ke depannya dan bisa membuat event yang lebih besar.
“Meskipun saat ini sudah bagus, banyak undangan yang datang sehingga acaranya ramai. Acara seperti ini bisa lebih mengakrabkan antar sesama anggota Kompeni maupun dengan anggota seni dari kampus lain,” tutup Robert. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :