Peringatan Kartini, Berkreasi dengan Barang Bekas


MALANG - Suasana di SD Muhammadiyah 3 Assalaam Arjosari tampak berbeda dari hari biasanya, Sabtu lalu. Seluruh warga sekolah, mulai guru, siswa bahkan orang tua kompak mengenakan pakaian adat aderah. Mereka terlihat bersinergi dalam peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April. Tahun ini,  SD Muhammadiyah 3 Assalam mengemas Hari Kartini dengan sesuatu yang berbeda.
Jika tahun lalu  dirayakan dengan kegiatan karnaval, maka tahun ini hanya dimeriahkan di lingkungan sekolah saja.  Yaitu lomba kreasi seni dengan menggunakan barang-barang bekas yang ada di rumah dan di sekolah.  Perlombaan ini digelar berkelompok.  Satu kelompok terdiri dari satu orang tua dan satu siswa. 
Untuk menghasilkan karya yang bagus,  setiap kelompok harus kompak.  Karena peserta juga berpacu dengan waktu. Ketua Panitia,  Lullyta Febryana Ayuningtyas mengatakan, digelarnya lomba tersebut berawal dari keprihatinan sekolah terhadap barang bekas yang sebenarnya bisa dimanfaatkan namun terbuang percuma.
"Dari situlah muncul ide kami untuk mengkreasikan barang bekas menjadi barang berkelas," ungkapnya.
Dengan lomba kreasi tersebut,  ia berharap masyarakat mulai peduli terhadap lingkungan dengan terampil memberdayakan barang tak terpakai sehingga tidak menjadi sampah. 
"Sebagian besar orang masih berfikir bahwa barang bekas itu tidak berguna lagi,  padahal masih bisa digunakan menjadi barang bernilai," imbuhnya.
Ia menambahkan, melalui peringatan Hari Kartini tahun ini,  pihaknya ingin membangun hubungan emosional yang positif antara anak dan orang tua. "Karena tidak semua anak mau bekerja sama dengan orang tuanya. Maka perlu kami fasilitasi dengan sebuah kegiatan seperti ini," kata dia. 
Ada dua jenis lomba yang digelar dalam rangka Hari Kartini kali ini.  Yaitu lomba kreasi barang bekas dan kostum terbaik.  Untuk kreasi barang bekas dinilai dengan kriteria kekompakan,  keorisinilan dan kreativitas. Sedangkan kostum terbaik dinilai dari segi keunikan dan keserasiannya. 
"Kami lombakan ini per tingkat kelas,  tim juri penilai kami undang dari UMM," jelas Lully.
Kepala SD Muhammadiyah 9 Syai'in Kodir, S. Pd mengatakan, melalui Hari Kartini,  para guru ingin menambah wawasan pengetahuan siswa akan keberagaman budaya bangsa. Selain itu,  membangun kekompakan untuk menghasilkan karya.  "Kalau dulu para pahlawan begitu gigih bagaimana memenangkan peperangan melawan penjajah,  maka saat ini kita berfikir bagaimana menghasilkan karya untuk bangsa ini," ujarnya.
Sementara itu, Viva sebagai salah satu orang tua siswa mengungkapkan, rasa senangnya terhadap program SD Muhammadiyah 3 yang memfasilitasi orangtua untuk terlibat langsung dalam kegiatan.  "Kami senang sekali,  karena belum tentu setiap hari orang tua bisa berkumpul begini di sekolah. Maka dengan kegiatan ini,  orang tua bisa meluangkan waktu untuk berkumpul bersama, " katanya. 
Peringatan Hari Kartini diawali dengan upacara yang dipimpin oleh Pimpinan Muhammadiyah Ranting Arjosari. Dianjutkan dengan perlombaan dan diakhiri dengan pentas seni siswa. Seperti paduan suara, puisi, beladiri tapak suci, menari dan menyanyi. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :