Camaba Jalur Mandiri Wajib Tes SBMPTN

 
MALANG – Calon mahasiswa baru Universitas Negeri Malang (UM) yang akan mendaftar di jalur mandiri wajib mendaftar Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN). Pada seleksi jalur mandiri nanti, nilai peserta akan diambil dari hasil test SBMPTN. Selain itu, jumlah kuota jalur mandiri juga akan disesuaikan, setelah proses daftar ulang SNMPTN dan hasil seleksi SBMPTN.
“Pada pendaftaran jalur mandiri di UM yang terbaru, peserta harus mengikuti seleksi SBMPTN terlebih dulu. Tanpa itu, peserta tidak dapat mengikuti jalur mandiri,” ujar Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Budi EKO Soetjipto MEd MSi, kepada Malang Post, kemarin.
Dia melanjutkan, setelah melakukan pendaftaran pada 7 Mei – 27 Juni, prosesnya, pendaftar harus melakukan pembayaran. Pada tahap ini, mereka tak perlu lagi mengikuti proses test, sebab nilainya akan diambil dari hasil test SBMPTN sebelumnya yang telah dirangking.
“Panitia akan melihat pilihan satu dan pilihan dua pendaftar, kemudian mereka akan disesuaikan dengan daya tampung prodi pilihannya,” ungkapnya.
Meski telah ditetapkan kuota pendaftaran maba pada jalur mandiri maksimum sebesar 30 persen, namun hal itu akan disesuaikan kembali setelah proses daftar ulang jalur SNMPTN dan hasil SBMPTN. Jika masih ada sisa kuota SNMPTN, panitia akan memberikan kuotanya untuk jalur SBMPTN terlebih dulu.
“Setelah pengumuman SNMPTN yang dilanjutkan daftar ulang dan  seleksi SBMPTN, maka akan kelihatan mana yang tidak daftar ulang. Untuk berapa persennya akan dilihat kembali, sebab sisa kuota SNMPTN akan diberikan untuk jalur SBMPTN. Bisa jadi tambah 40 persen sesuai dengan daftar ulang,” beber pria berkacamata ini.
Menurutnya, mahasiswa baru UM yang akan mendaftar jalur mandiri dapat memilih maksimal dua prodi sesuai dengan jurusan di SMA/MA/SMK/MAK. Peserta dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman http://seleksi.um.ac.id dengan memasukkan PIN dan identitas peserta. Hasil seleksi kemudian akan diumumkan pada 7 Juli mendatang.
“Jangan lupa untuk men-scan dokumen sertifikat  bukti prestasi dan ijazah tanda lulus /SKHUN saat pendaftaran online. Peserta harus mengunggah sesuai dengan standar ijazah dengan wajah menghadap depan dan ukuran 4x6 cm. Khusus foto harus sesuai standar, agar tidak ditolak panitia,” tambah Kabag Humas UM, Dra Aminarti Siti Wahyuni.
Sementara itu, biaya jalur mandiri UM tahun ini tpada Fakultas Ilmu Politik untuk kategori A mulai dari Rp 5,75 juta dan kategori B sebesar Rp 5,25 juta dengan SPSA Rp 12,5 juta. Fakultas Sastra untuk kategori A mulai dari Rp 5,4 juta hingga Rp 5,8 juta, sedangkan kategori B mulai dari Rp 5 juta – Rp 5,4 juta.
FMIPA untuk kategori A mulai dari Rp 5,25 juta hingga Rp 6 juta, sedangkan kategori B mulai dari Rp 5,25 juta – Rp 5,4 juta. Fakultas Ekonomi untuk kategori A mulai dari Rp 6,75 juta hingga Rp 6,95 juta, sedangkan kategori B mulai dari Rp 5,25 juta – Rp 6 juta.
Fakultas Teknik untuk kategori A mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 7,5 juta, sedangkan kategori B mulai dari Rp 5,5 juta – Rp 6 juta. Fakultas Ilmu Keolahragaan untuk kategori A mulai dari Rp 5,75 juta hingga Rp 6,75 juta, sedangkan kategori B mulai dari Rp 5,5 juta – Rp 6 juta.
Fakultas Ilmu Sosial untuk kategori A mulai dari Rp 5,4 juta hingga Rp 5,8 juta, sedangkan kategori B mulai dari Rp 5,75 juta – Rp 6,5 juta. FPSsi untuk kategori A Rp 6,5 juta sedangkan kategori B Rp 5,5 juta. Sedangkan untuk biaya SPSA yang berkisar mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 25 juta. (mg3/adv/aim)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :