Lemah Hitungan, Siswa Ikuti Jam Tambahan Matematika


MALANG – Awal Mei mendatang giliran siswa tingkat SD yang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ujian ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 3-5 Mei dengan mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Persiapan paling mendasar yang dilakukan oleh sekolah adalah dalam hal penguasaan materi setiap mapelnya serta mental siswa agar siap saat pelaksanaan USBN nanti. Bahkan pendalaman materi hingga kini juga masih dilakukan oleh SDN Bareng 3 dan 1.
Kepala SDN Bareng 5, Murtifah, S.Pd, mengatakan, persiapan sekolah untuk USB mei mendatang bisa dikatakan sudah 100 persen. Namun kesiapan siswa masih terbilang kurang yakni sekitar 60 persen. Sehingga, setiap hari siswa kelas 6 diberikan tambahan pelajaran hingga mendekati USBN nanti.
“Kami juga mengajak siswa kelas 6 khususnya untuk berdoa bersama orang tua, supaya nanti ketika menjalani USBN selama tiga hari mendapatkan kelancaran,” ujar Murtifah.
Tambahan pelajaran ini rutin diadakan setiap hari, meskipun saat ini siswa juga sedang menjalani Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat daerah. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak nilai siswa yang berdasarkan latihan-latihan soal serta try out nilainya masih berada pada kisaran 6.66 atau bila ditotal dari seluruh mapel USBN sekitar 20.
Meskipun demikian sekolah tetap mengupayakan nilai siswa kelas 6 bisa meningkat dengan pemantapan materi mulai dari pagi hingga pukul 15.30. Dari ketiga maple, siswa SDN Bareng 5 yang berjumlah 13 siswa ini masih rendah di mapel Matematika.
“Nilai Matematika anak-anak paling rendah dibanding dua matpel lainnya, sepertinya mereka kurang matang dalam hal perkalian, pembagian, dan penalaran soal, sehingga kami memberikan porsi lebih untuk tambahan Matematika ini,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan siswa untuk menghadapi soal-soal dirasa belum stabil, karena nilai anak-anak kadang bagus kadang menurun. Sehingga tidak bisa dipastikan peningkatannya, hal ini juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, namun dari sekolah sudah mengupayakan memberi tambahan pelajaran.
“Bahkan kami juga sudah mengkomunikasikan dengan orangtua untuk membimbing anaknya, dan kami jga menyertakan orangtua untuk berdoa bersama. Memang kemampuan siswa kami masih kurang, namun kami berharap saat pelaksanaan USBN nanti nilai anak-anak bisa meningkat sehingga bisa melanjutkan ke sekolah negeri,” papar Murtifah.
Sementara itu, Kepala SDN Bareng 1, Drs. H. Adi Susilo, M.Pd, mengatakan, tambahan pelajaran juga dilakukan SDN Bareng 1 untuk memantapkan kemampuan siswa dalam menjawab setiap soal USBN. Namun minggu ini sekolah tidak memforsir siwanya, hanya memberikan latihan ringan gara siswa rileks.
“Siswa kami insya allah siap menghadapi USBN dengan persentase sekitar 90 persen. kami sudah melakukan banyak upaya untuk siswa mulai dari tambahan pelajaran diluar jam efektif hinga mengikutsertakan beberapa try out,” ujar Adi.
SDN Bareng 3 juga memberikan siswanya latihan soal-soal tahun sebelumnya. Untuk menyempurnakannya pihak sekolah mengadakan istigotsah dan shalat hajat yang diikuti oleh siswa kelas 6, orangtua siswa, kepala sekolah, dan semua guru.
“Banyaknya latihan soal yang kami berikan alhamdulilah nilai rata-rata siswa antara 80 sampai 90. Namun dari 56 siswa masih ada tiga siswa yang nilainya masih diangka 50,” pungkas Adi. (mg7)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...