Baru Bisa Login Jam 9


MALANG – Keterlambatan UNBK SMP di Kabupaten Malang bervariasi. Mulai 10 menit hingga satu jam. Kepala SMPN 1 Kepanjen, Ridha Basuki mengatakan, sesi pertama UNBK server sempat down selama 10 menit. Siswa peserta UNBK gagal login dan belum bisa langsung mengerjakan soal ujian.
“Pada sesi pertama jaringan susah terhubung. Beruntung setelah 10 menit berlalu, koneksi bisa terhubung kembali,” ujarnya. Bila keterlambatan di SMPN 1 Kepanjen hanya 10 menit, bisa dikatakan server di sekolah tersebut paling cepat terkoneksi, sebab molor di sekolah lain lebih lama dari itu. Di SMPN 5 misalnya, baru bisa melaksanakan ujian pukul 09.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dr M Hidayat MM mengaku kondisi server sempat down pada pelaksanaan UNBK pada hari pertama. “Kejadian ini juga terjadi di beberapa daerah lain. Bahkan sudah diklarifikasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat meninjau UNBK di Papua,” urainya.
Menurutnya, suatu hal lumrah bila terjadi down server pada pelaksanaan UNBK hari pertama. “Karena banyak yang mengakses jadi ya sempat down. Beruntung tidak berlangsung lama dan kondisinya bisa dikembalikan seperti semula,” terangnya.
Dia melanjutkan, meski sempat mengalami down server, secara keseluruhan pelaksanaan UNBK berlangsung tanpa kendala. Mantan Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini memastikan tidak ada kejadian menonjol. Termasuk tidak ada kepanikan saat terjadinya down server tersebut.
“Meski sempat terkendala oleh jaringan dan sinkronisasi server yang susah, tetapi semua sekolah pelaksana UNBK di Kabupaten Malang telah mengikuti UNBK dan dilaporkan lancar,” pungkasnya.
Di Kota Batu, rata-rata keterlambatan terjadi selama 30 menit. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Dra. Mistin MM mengatakan, lima sekolah yang servernya trouble adalah SMPN 2 Kota Batu, SMPN 3, SMPN 4, lalu SMP Al Izzah dan MTs Hasyim Asyari Kota Batu.
"Tidak semua sekolah mengalami server ngadat. Hanya beberapa, salah satunya di sekolah yang terdampak di SMPN 2 Batu. Itu pun hanya satu kelas," ujar  Mistin kepada Malang Post.
Ie menjelaskan, kendala jaringan yang terjadi berlangsung selama 30 menit. "Ini bukan menjadi masalah besar, meski berakibat kemoloran 30 menit dari jadwal. Waktu yang hilang, dikembalikan seperti semula," bebernya.
Dari 31 SMP/MTS negeri swasta dan diikuti sebanyak 3.253 siswa tersebut, diungkap Mistin, tahun ini semua SMP negeri sudah bisa mengikuti UNBK secara mandiri. Kecuali untuk SMPN satu atap Pesanggrahan dan SMPN satu atap Brau. Dua sekolah negeri tersebut sebenarnya sudah memiliki computer, tetapi karena lokasi masuk di daerah terpencil, jaringan internet belum bisa diakses.
Sedangkan untuk SMP swasta masih ada delapan sekolah, karena tidak belum terpenuhi sarana komputernya. "Salah satunya SMP As Salam. Namun semuanya mengerjakan di yayasan masing-masing," imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya dan pemkot bakal menganggarkan bantuan perangkat keras komputer agar UNBK pada tahun depan seluruh SMP/MTs di Kota Batu bisa menggelar secara mandiri. Semantara itu, Kepala SMPN 2 Kota Batu, Drs. Barokah Santoso, M.Ed menambahkan, dari tiga ruang yang digunakan UNBK di sekolahnya, hanya satu ruangan yang ngadat. “Dua lainnya tidak masalah,” tambahnya.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim UPT Kemendikbud Drs. Bambang Agus Susetyo, M.M, M.Pd menjelaskan, molornya UNBK dari jadwal dikarenakan banyaknya pengguna. Sehingga jaringan mengalami trouble. "Ini tidak terjadi di Kota Batu saja, melainkan seluruh Indonesia. Tapi sekarang sudah tidak masalah,” imbuh Bambang. (big/eri/han)

Berita Lainnya :