Gandeng Schneider, STTAR Buka Training Centre


MALANG - Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara (STTAR) secara resmi membuka program Training Centre untuk kebutuhan pelatihan dan eksperimen. Bekerja sama dengan VEDC, kampus STTAR merangkul industri Schneider dan ditributor utamanya PT. Total Inpro Multitech. Dengan adanya Training Centre Schneider-STTAR ini, diharapkan menjadi fasilitas bagi mahasiswa untuk semakin mengembangkan kompetensinya di setiap bidang program studi.
Ketua STTAR Betty Dewi Puspasari, S.Kom, MT menuturkan, adanya training center sangat membantu untuk kemajuan kampus ke depan. Khususnya dalam peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Bagaimanapun pelatihan itu penting dilakukan, apalagi yang berkaitan dengan skill dan kompetensi,” ucapnya dalam acara soft launching Training Centre Schneider-STTAR, pekan lalu.  
Untuk itu, dengan membukan training centre ini pihaknya perlu merangkul VEDC sebagai lembaga yang sudah berpengalaman menjalin kerja sama dengan industri. Dengan pihak VEDC sendiri, STTAR sudah menjalin kerja sama sejak lama dengan program yang dinamakan Join Program VEDC.
Betty mengatakan, banyak manfaat yang didapatkan dari kerja sama dengan pihak industri. Antara lain memperluas jaringan dengan pihak luar. Jika link semakin luas, lanjutnya, maka secara otomatis akan mempermudah mendapatkan informasi terkait kebutuhan industri akan tenaga kerja.
“Minimal kita mendapatkan tempat untuk mahasiswa melakukan tugas kuliah kerja industri (KKI). Selanjutnya di bidang akademik kita bisa menyesuaikan agar bisa mencetak lulusan yang siap pakai,” kata dia.
Selain itu, lanjut Betty, pelatihan yang dilakukan dengan pihak indutri akan menghasilkan sertifikat untuk mahasiswa. Sertifikat tersebut sangat penting untuk masa depan mereka utamanya di dunia kerja.
“Bahkan Dikti mengeluarkan aturan, mahasiswa yang berkompetensi di bidang khusus harus bersertifikat. Ijazah tidak bisa dikeluarkan selama mahasiswa belum memiliki seetifikasi pelatihan dari industri,” terangnya.
Managing Director PT. Total Inpro Multitech, William Tan mengatakan, Training Centre di STTAR tidak hanya dikhususkan untuk pihak STTAR saja, tapi juga dibuka untuk umum. Seperti industri-industri atau lembaga pendidikan SMK.
“Selain training kami juga menyediakan modulkit dan melayani penjualan alat-alat yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.  
Ia mengatakan, dibukanya training centre merupakan langkah PT. Total Inpro Multitech dan Schneider untuk melayani industri yang ada di Jawa Timur.  Misalnya ada produk baru yang diluncurkan Schneider, maka bisa dipelajari di Training Center STTAR.
“Kita mulai dari Jawa Timur dulu yang nantinya bisa mengcover wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.
Melaui kerja sama dengan pihak pendidikan, PT. Total Inpro bisa meningkatkan branding image dan branding solusi. Walaupun dari Schneider sendiri mereka sudah sangat terpercaya.
“Tapi kita tetap berupaya memberikan solusi yang terbaik untuk industri.  Karena selama ini Schneider lebih dikenal electricalnya saja, padahal untuk automationnya sendiri kita sudah berkembang dengan sangat baik,” tuturnya.
Sementara itu, dari pihak VEDC Sodikin Susa’at mengatakan sebagai lembaga pemerintah pihaknya tidak diperbolehkan bekerja sama langsung dengan industri. Oleh karena itu butuh merangkul STTAR untuk menjalin kerja sama tersebut.
“VEDC adalah pihak yang membidangi kerja sama dengan industri. Sedangkan secara akademik dibidangi oleh STTAR. Kalau kerja sama ini solid, maka akan berjalan dengan sangat baik,” ucapnya. (imm/sir/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :