Percaya Diri Modal Penting Menulis


MENULIS itu butuh percaya diri. Jika tidak, meski kemampuan ada, tulisan tidak akan pernah bisa dipublikasikan. Kendala kurangnya rasa percaya diri inilah menurut Wakil Rektor 1 Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Budi Eko Sucipto yang terjadi pada dosen UM.
Mantan dekan Fakultas Ekonomi UM ini merupakan salah satu dosen yang tulisannya masuk dalam 10 besar indeks scopus. Karena itu pula, Budi dipilih menggantikan Prof Hariyono yang telah dipercaya Presiden RI untuk menjadi deputi pancasila.
Budi mengungkapkan, salah satu target kerjanya adalah meningkatkan angka publikasi ilmiah terindeks internasional jurnal-jurnal akademik dosen. Ia menganggap, publikasi terindeks internasional penting. Terlebih menurutnya, sejauh ini, UM masih belum bisa maksimal melakukan hal itu.
“Selama ini, dosen di UM itu rajin sekali menulis. Hanya saja mereka kurang ketrampilan untuk segera mempublikasikan tulisan ke indeks internasional,” kata Budi.
Ia mengungkapkan, yang masih perlu dipupuk dari dosen-dosen ini adalah rasa percaya diri. Menurutnya, rasa percaya diri para dosen UM harus dipunyai sedari sekarang.
“Ya mungkin yang harus saya tekankan nanti adalah meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk terus belajar dan melatih diri mempubllikasikan karya. Bukan hanya sekadar publikasi namun yang berstandart internasional,” bebernya.
Selain itu, menurutnya, reputasi lembaga, juga akan dipengaruhi oleh adanya reputasi indeks internasional jurnal yang terpublikasi.
“Istilahnya indeks ini kan standar, artinya standar internasional. Jika semakin banyak dosen yang mempunyai indeks jurnal internasional maka reputasi lembaga juga akan terangkat,” bebernya.
UM juga sudah memberikan support dana serta workshop dan pelatihan kepada para dosen.
“Kalau support dari lembaga itu semua memang sudah dilakukan. Namun, jika ada support dari lembaga tapi dari dirinya sendiri belum punya rasa percaya diri dan keyakinan, sangat percuma,” tegas dia.
Budi memaparkan, dirinya nanti akan memberikan support secara moril kepada para dosen. Dukungan moril ini akan disampaikan melalui workshop yang sifatnya bukan secara teknis. Namun motivatif. (sin/oci)

Berita Lainnya :