Perkembangan Zaman Gerus Budaya Lokal


MALANG – Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa dari berbagai wilayah, namun hingga saat ini tidak ada buku lokal yang tersedia. Padahal, buku tersebut penting untuk meningkatkan kearifan lokal masyarakatnya sekaligus menambah kemampuan literasi di sekolah. Hal ini disampaikan Prof Charles E Grimes PhD dari Australian National University SIL International, Australia dalam Annual Conference on Social Sciences and Humanities yang diadakan Unikama di Atria hotel, kemarin.
“Adanya buku di sekolah dan di rumah menjadi faktor utama anak mau membaca. Sementara hingga saat ini, dalam penelitian saya tergolong minim buku lokal, termasuk perpustakaan daerah,” ujar Prof Charles E Grimes PhD.
Dia melanjutkan, peran buku sangat penting dalam meningkatkan kearifan lokal, bahkan ia menggunakan kamus bergambar sebagai media lintas budaya dan bahasa. Selain itu, dia juga membentuk aplikasi untuk penelitian kearifan lokalnya seperti saymore dan bloom. Kedua aplikasi ini akan menghasilkan ebook juga menampilkan audio dengan bahasa daerah.
“Output saymore dan bloom akan memperkuat identitas lokal dan dalam penerapannya mampu mendidik 12 bahasa daerah setempat yang saya kunjungi. Kearifan lokal juga harus dilakukan atas kerja sama dari pihak lokal, ahli bahasa, dukungan IT, pejuang lokal dengan melibatkan generasi muda,” tandasnya.
Penanggungjawab Konferensi Internasional Unikama, Dr Rahutami MHum menambahkan, seiring perkembangan zaman, hal-hal yang bersifat lokal sering dilupakan. Sehingga dalam konferensi internasional yang terselenggara tahun kedua ini diharapkan dapat mengajak peneliti dan dosen untuk membahas revitalisasi kearifan lokal dengan melihat ranah lokal untuk diunggulkan ke tingkat dunia. Ada banyak sudut pandang keilmuan masing-masing dari peserta mulai dari sisi hukum, kebahasaan, sastra, ekonomi, dan pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan kearifan lokal.
“Ternyata penting mengambil hal lokal untuk diekspos sebesar-besarnya, dengan share ilmu terkait ide yang dimiliki. Tentu, kami menargetkan setiap tahun dapat meningkatkan kualitas pendidikan dosen Unikama. Selama ini, penelitian dosen Unikama sudah mendapat hibah Kemenristekdikti. Kami berharap 131 artikel peserta yang dipublish akan berstandart internasional,” bebernya.
Konferensi internasional yang bertajuk Annual Conference on Revitalization of Local Wisdom in Global and Competitive Era ini merupakan tahun kedua dengan mengikutsertakan sebanyak 147 dosen dan peneliti dan 131 diantaranya telah mengirim paper. Peserta konferensi internasional tersebut berasal dari berbagai wilayah Indonesia, Australia, dan Malaysia. Menghadirkan keynote speaker yakni Umiati Jawas PhD dari Unikama, Dr Ania Lian dari Charles Darwin University Australia, Prof Dr Roslan B Abdul Hakim dari University Utara Malaysia, dan Prof Charles E Grimes PhD dari Australian National University SIL International Australia.  (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :