Siswa Belajar Mandiri di Coban Talun


BATU - Akhir pekan kemarin menjadi hari istimewa bagi siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 9 Jenderal Sudirman Malang. Selama dua hari, Sabtu-Minggu, mereka mengikuti agenda perkemahan Sabtu Minggu (Persami) di Coban Talun Kota Batu.
Waka Kesiswaan SD Muhammadiyah 9, Arip Hidayat, M.PdI mengatakan,  Persami merupakan sebuah kesempatan untuk melatih kemandirian siswa. Dan bagi siswa sendiri,  Persami menjadi kesempatan yang baik untuk menggali ilmu dan pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya.  "Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum yang baik,  dalam mendidik anak supaya mandiri dan bertanggungjawab, " katanya.
Bagi siswa SD Muhammadiyah 9 menjadi kegiatan yang tidak biasa,  karena selama ini mereka tinggal di keluarga perkotaan dengan segala sarana dan fasilitas memadai. 
"Nah  di sini mereka hidup di alam bebas,  tanpa orang tua dengan fasilitas yang terbatas.  Mereka akan mendapat pengalaman hidup yang bermakna," ujarnya.
Di alam bebas, seseorang dituntut untuk bertahan hidup dengan kondisi yang serba terbatas.  Maka dengan begitu,  siswa SD Muhammadiyah 9 akan menyadari bahwa hidup mereka selama ini penuh kenikmatan. 
"Di situlah kami para guru mengarahkan mereka menjadi pribadi yang pandai bersyukur," imbuhnya.
Ia mengungkapkan,  selama Persami,  siswa dihadapkan dengan cobaan dan rintangan yang tidak mudah.  Di hari pertama saja,  mereka dihadapkan dengan kenyataan yang tidak manis.  Hujan deras yang mengguyur bumi perkemahaan pada Sabtu siang, mengharuskan mereka untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. 
"Memang sempat ada yang mengeluh,  tapi kami kuatkan hati mereka, bahwa hidup memang harus diuji, untuk membedakan siapa yang sabar dan yang tidak. Sebab kemuliaan akan diberikan pada mereka yang sabar," terangnya.
Salah satu tujuan Persami, Arip melanjutkan, sebagai ajang untuk membentuk pribadi yang kuat. Dalam artian manusia yang tidak gampang mengeluh dan putus asa.
“Oleh karenanya kami tanamkan nilai-nilai spiritual agar anak-anak dapat menjalani hidup dengan tangguh dan pantang menyerah,” tegasnya.
Di hari kedua, siswa disajikan beberapa agenda seperti penjelajahan dan outbond. Dua agenda ini tidak lain sebagai penguat nilai karakter dengan media lingkungan. Dengan penjelajahan siswa dapat menyaksikan keindahan alam yang memang tidak ada di perkotaan tempat tinggal mereka.  
Termasuk dalam outbond siswa dapat membangun kerja sama, kedisiplinan dan kepimpinan.
“Semua itu akan menjadi pengalaman, sehingga saat di kelas enam, mereka menjadi siswa yang siap untuk menghadapi tantangan salah satunya ujian akhir,” tuturnya.
Kepala SD Muhammadiyah 9, Sonny Darmawan, S.Pd, M.Pd  menambahkan Persami menjadi momentum untuk menanamkan nilai karakter yang hebat sebagai bekal penting untuk masa depan anak didiknya.
“Saat ini kita menanam, yang tumbuh kembangnya dapat dirasakan saat mereka dewasa nanti,” kata dia.
Untuk mencapai hasil maksimal, maka pihaknya perlu ‘memisahkan’ anak dengan orang tuanya. Agar karakter setiap anak dapat dibina lebih intens dengan pendekatan guru dan siswa selama kurang lebih dua hari. (imm/sir/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...