Siswa SD Taklukkan Soal Esai USBD


MALANG - Soal esai pada Ujian Sekolah berstandar Daerah (USBD) SD rupanya tak membuat siswa panic. Buktinya, hingga pelaksanaan ujian berakhir , tak ada keluhan yang dilaporkan kepada sekolah.
“Selama dua hari ini siswa kami tidak ada keluhan, ketika ditanya katanya bisa mengerjakan semua,” ujar Kepala SDNP 2 Jupri, M.Pd kepada Malang Post.
Hari kedua, Selasa (24/4) pelajaran yang diujikan adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa Jawa. Dari pantauan Malang Post di SDN Percobaan 2 dan SDN Pisang Candi 3, keduanya melaksanakan US tingkat Kota dengan semangat. Bahkan sebelumnya kedua sekolah memberikan pelajaran tambahan untuk memantapkan kesiapan peserta didik menghadapi ujian khususnya pada soal uraian.
Seperti diketahui, tahun ini untuk kali pertama, ujian SD memakai soal esai. Untuk menyiapkan siswa, sekolah telah memberikan latihan-latihan soal uaraian kepada 114 siswa kelas VI.
“Kami juga mengimbau kepada siswa untuk menulis jawaban dengan rapi supaya saat pengawas mengoreksi jawaban mereka bisa dibaca dengan baik. Bahkan kami juga selalu mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak menjawab asal apabila ada kesulitan,” ujar Jupri.
Menurutnya, soal uraian yang diberlakukan mulai tahun ini pada US tingkat SD, memang diberikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Kepala SDN Pisang Candi 3, Drs. Djumari, M.Pd, mengatakan, dari 12 siswa kelas VI di SDN Pisang Candi 3 saat mengerjakan tidak ada kesulitan. Hari sebelumnya setelah US selesai siswa tidak langsung pulang namun ada tambahan pelajaran untuk mata pelajaran yang diujikan hari ini yaitu IPS dan Bahasa Jawa.
“Siswa kami cuma 12 peserta US, ini sudah termasuk banyak karena dulunya hanya 4 siswa saja, sehingga hanya cukup menggunakan satu ruang saja,” ujar Djumari.
Meskipun jumlah siswanya sedikit namun tidak mengurangi semangat anak-anak untuk belajar, apalagi dilihat dari absennya selalu penuh tiap bulannya. Ini menjadi gairah tersendiri untuk terus lebih baik, meskipun dari 12 siswa tersebut 50 persen kemampuan akademiknya masih sangat kurang.
Bahkan ujian try out yang diikuti anak-anak masih belum menunjukkan hasil yang maksimal khususnya untuk enam siswa nilainya masih ada yang 3.5. Sehingga guru kelas 6 berupaya keras untuk memberikan tambahan pelajaran kepada anak-anak dengan mencari kelemahan pada setiap mata pelajaran.
“Dengan begitu saat US ini anak-anak bisa mendongkrak nilainya. Paling tidak mereka bisa ikut 20 besar di Kota Malang, karena selama ini kami masih berada di angka 50 ke atas. Melihatnya dari rata-rata sekolah itu yang menyebabkan kami masih berada diatas 50,” papar Djumari. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :