Hasil Pilrek UB Mundur, Muncul Isu Pemilihan Tahap Dua


MALANG – Universitas Brawijaya (UB) seharusnya sudah memiliki rektor baru pada 18 April lalu, namun hingga sekarang Menristekdikti belum juga datang ke Malang dan memutuskan siapa rektor terpilih. Tertundanya proses ini, menimbulkan isu adanya pemilihan rektor (Pilrek) oleh senat tahap kedua yang akan digelar akhir bulan ini.
Isu itu mencuat di kalangan alumni UB yang penasaran dengan tertundanya proses tahapan Pilrek. Apalagi, persaingan menjadi sangat ketat karena dua kandidat Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S yang juga incumbent dan Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani A.R., M.S memperoleh suara sama, 77 suara.  
Namun Ketua Panitia Pilrek UB, Prof. Iwan Triyuwono, Ph.D, Ak membantah isu tahatan pemilihan suara dari senat untuk kedua kalinya. “Tidak ada pemilihan tahap dua, ya cukup sekali saja. Tadi (kemarin) pagi saya kontak Kementerian masih belum bisa menghadiri acara pemilihan. Sehingga, tahap pemilihan harus ditunda dari jadwal sebelumnya pada 18 April lalu,” ujar Prof Iwan Triyuwono kepada Malang Post, kemarin.
Dia melanjutkan, tahapan Pilrek UB dimulai dari penjaringan, penyaringan hingga tahap terakhir yakni pemilihan. Hingga kini, pihaknya belum mendapat informasi kapan akan dilangsungkannya tahapan pemilihan tersebut. “Kami sedang menunggu informasi dari Jakarta, kapan menteri dan atau yang mewakili dapat menghadiri acara pemilihan. Tanggalnya tergantung Kementerian,” bebernya.
Proses pemilihan rektor yang tertunda ini, lanjutnya, karena Kemenristekdikti masih menunggu proses verifikasi Pusat Pengkajian dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Sebab menurut Prof Iwan, proses Pilrek hampir sama seperti Pilkada, tak hanya rekam jejak para calon yang diperiksa, tapi juga transaksi keuangan calon harus jelas dari PPATK.
“Kemenristekdikti kabarnya masih menunggu hasil verifikasi PPATK. Seperti proses Pilkada, rektor juga pejabat negara yang harus diverifikasi oleh PPATK,” imbuhnya. (mg3/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :