Mendikbud: Ada 3 Pelaku Bocornya UNBK


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menindaklanjuti kasus kebocoran soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di media sosial. Jejak-jejak elektronik pun telah dikumpulkan.
Muhadjir mengatakan ada tiga pelaku pelanggaran UNBK. Kemendikbud berjanji akan mengusut pelanggaran ini.
"Dari 4,2 juta peserta ujian, yang melakukan pelanggaran ada tiga orang. Jumlahnya memang gak signifikan, tapi bukan berarti kami abaikan. Pasti akan kami kejar," ujar Muhadjir di Jakarta, Rabu (25/4).
Menurut Muhadjir pihaknya sudah mengantongi para pelaku, termasuk lokasi keberadaan mereka.   
"Kami sudah ketahui dimana tempatnya, siapa saja orangnya, akan kami tindaklanjuti. Kami bisa melacak jejak digital di handphone mereka. Gak lebih dari tiga orang," kata Mendikbud.
Soal UNBK tingkat SMP 2017 beredar di sejumlah media sosial. Soal tersebut difoto dan kemudian disebarluaskan ke sejumlah grup yang ada di berbagai lini media sosial. Pada foto soal tersebut, di sudut kiri terdapat tulisan "Puspendikca CBT17".
Soal tindakan yang akan diambil, Muhadjir mengatakan, akan disesuaikan dengan bobot kasusnya. "Seharusnya tidak boleh ada HP atau ponsel masuk ke ruang ujian," ujar Muhadjir seperti dikutip dari antaranews.com.
Sementara, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) Heru Purnomo membenarkan foto soal yang beredar merupakan soal UNBK. "Itu soal UNBK tahun 2017," kata Heru.
Heru menjelaskan hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi adanya kebocoran soal UNBK untuk soal 2018. Diduga, maraknya foto soal UNBK tahun sebelumnya berkaitan dengan kecemasan peserta ujian nasional (UN) terkait soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS). (idn/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...