Siswa Makin Kompak Lewat Persami


MALANG - Motivator ternama Muhammad Syamsun, hadir di tengah siswa-siswi SD Insan Amanah yang sedang melaksanakan kemah tahunan,  Perkemahan Sabtu Minggu (Persami).  Pria yang akrab disapa Kak Acun ini  memberikan motivasi mental dan spiritual kepada siswa kelas 4 dan 5 di Bumi Perkemahan Sahabat Alam,  Karangploso.
Hadirnya sang motivator membuat para siswa semakin bersemangat dan menjadikan suasana menjadi lebih hidup. Mereka pun tampak memperhatikan dengan seksama setiap isi materi yang disampaikan oleh owner Lembaga Mata Hati ini.
Persami dilaksanakan selama dua hari,  mulai tanggal 23 April lalu.  Dalam kesempatan tersebut,  Kak Acun menjelaskan pentingnya ketekunan dalam belajar dan beribadah.  Ia juga berharap siswa-siswi SD Insan Amanah memiliki cita-cita yang tinggi dan berusaha mencapainya sejak dini. 
"Jika Allah berkehendak maka pasti terjadi, maka rajinlah beribadah agar dekat dengan Allah," terangnya sembari menayangkan film simulasi peristiwa hancurnya Pasukan Gajah karena serangan Burung Ababil.
Dalam materinya,  Kak Acun juga menjelaskan pengaruh negatif penggunaan gadget bagi pelajar di usia dini.  Maka dari itu,  Kepala SD Insan Amanah Suhardini Nurhayati, M. Pd berharap, melalui motivasi yang disampaikan,  anak didiknya bertambah wawasan dan semakin pandai dalam memilih yang terbaik bagi kehidupannya.
"Sebab semakin hari pengaruh gadget sangat memprihatinkan, maka kami perlu memberikan penjelasan pada anak-anak," ujarnya Kepada Malang Post.
Suhardini menjelaskan, Persami merupakan bagian dari upaya penguatan karakter. Sebab menurutnya, dalam kepramukaan terkandung banyak nilai karakter yang sangat penting bagi perserta didik. 
"Pramuka itu kaya sekali dengan nilai karakter,  maka Persami ini sangat positif sekali untuk kami gelar," ucapnya. 
Nilai utama yang diprioritaskan dalam persami,  adalah kemandirian dan tanggungjawab siswa.  Oleh karenanya, secara tegas pihaknya berharap dalam kegiatan persami orang tua dapat mempercayakan sepenuhnya kepada guru.  "Karena kami ingin anak-anak bisa mandiri,  mempersiapkan segala kebutuhannya sendiri,  tampa didampingi orang tua.  Maka kepada para orang tua kami melarang untuk ikut dalam kegiatan ini," tegasnya.
Selama kegiatan,  para siswa disuguhkan beragam kegiatan. Di hari pertama,  ada scouts challenge. Meliputi keterampilan pionering,  gerak lagu,  klompen raksasa,  balap karung dan spider.  Dilanjutkan dengan tracking dalam bidang keagamaan,  kebangsaan dan beberapa permainan.  Yaitu balon meledak,  water bottle,  indra peraba dan indra mata.
Ketua Pelaksana Persami, Marta Adi Prayitno, S.Pd mengatakan seluruh kegiatan yang mewarnai Persami tesebut merupakan media untuk membangun kebersamaan dan kekompakan antar siswa. Selama dua hari berpisah dari keluarga, diharapkan akan tumbuh rasa persaudaraan yang semakin kuat dari sekadar teman di sekolah.
“Ya anak-anak harus saling membantu satu sama lain, agar tugas dan beban menjadi ringan,” katanya.
Dengan Persami, Adi menambahkan, siswa-siswi SD Insan Amanah belajar bertanggungjawab. Khususnya pada diri mereka sendiri. Segala kebutuhan yang diperlukan harus disiapkan sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
“Di sinilah yang kami namakan kemandirian, jadi anak-anak bisa bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri,” tukasnya. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :