Mahasiswa FKG UB Peduli Kesehatan Gigi dan Mulut Warga Sukonolo Bululawang


MALANG - Sebanyak 120 mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Brawijaya (UB) akan melakukan pengabdian masyarakat (Penmas) di Desa Sukonolo Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti 120 mahasiswa dan digelar selama empat hari, (11-14/8/17). Kegiatan tahunan tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian akan kesehatan gigi dan mulut di masyarakat.
“Kegiatan ini adalah dampak jangka panjang bagi masyarakat, agar perubahan yang kami tanamkan bertahan lama menjadi kebiasaan baru menuju hidup yang lebih baik,” ungkap Ketua Pelaksana Eggy Audia Ilham M.
Rangkaian acara dilaksanakan selama empat hari. Hari pertama ada kegiatan Penyuluhan Keluarga Sehat (LUGAS ). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari.
“Hari pertama membahas kesehatan gigi dan mulut. Materi pada hari kedua adalah “Bahaya Merokok” dan “Pemilahan Sampah”,” ungkapnya.
Kegiatan lainnya adalah Kerajinan Aksesoris (KERIS). Keris menupakan kegiatan penyuluhan pembuatan aksesoris dan diadakan lomba membuat kerajinan terbaik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tangan ibu-ibu desa. Ada pula Sepakbola Mahasiswa dan Warga (SAMARGA). Kegiatan ini terdiri dari permainan sepak bola yang dilakukan oleh warga laki-laki dan peserta laki-laki PENMAS 2017.
Di Hari kedua, digelar Pengobatan Gigi Gratis SD (PEGITIS SD). Pegitis dilaksanakan dua hari. Agenda hari pertama Pegitis untuk siswa SD, berupa edukasi pemaparan kesehatan gigi dan mulut, serta screening. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir angka penyakit gigi dan mulut. Ada pula Antri  Asik (ANTRISIK), Kegiatan yang merupakan pos tunggu dari kegiatan PEGITIS yang menyediakan buku-buku bacaan gratis serta penayangan video edukasi. Ada juga Pasar Sukonolo (SARLO). Merupakan kegiatan yang ditujukan untuk warga desa dimana peserta PENMAS menjual sembako dan pakaian layak dengan harga dibawah rata-rata pasar yang ada di desa tersebut. Ada lagi,  Lomba Anak Islami (BAKMI). Perlombaan bernuansa rohani dengan melibatkan anak-anak sebagai peserta. Jenis-jenis perlombaannya meliputi lomba hafalan surat-surat pendek, doa-doa harian, dai cilik, dan lomba mewarnai kaligrafi.
Di hari ketiga, kegiatannya adalah Pengobatan Gigi Gratis (PEGITIS WARGA). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran warga tentang kesehatan gigi dan mulut. Dilanjutkan Malam Keakraban (MAKRAB). Kegiatan ini bertujuan unutuk mempererat jalianan antara warga desa dengan peserta PENMAS dan memberikan kesempatan kepada inang dan peserta untuk bertukar kesan dan pesan. Kegiatan ini berisikan api unggun dan pentas seni dari peserta PENMAS kepada warga desa sebagai ucapan terimakasih.
Kegiatan hari keempat, Dokter Kecil (DOKCIL). Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dilanjutkan dengan kegiatan aplikatif. Pemberian materi yang sesuai dengan kemampuan siswa-siswi SD. Ada pula Katakan “Tidak” untuk NAPZA dan MIRAS, “Yes” untuk Kesehatan Reproduksi (TAKTISPRO). Kegiatan ini berupa penyuluhan kepada siswa-siswi SMP/MTs. Materi yang disampaikan adalah NAPZA dan Miras, serta kesehatan reproduksi. Terdapat roleplay agar siswa-siswi paham dengan materi yang disampaikan.Juga kegiatan bersih desa, Kegiatan bersih desa yang dilakukan di sekitar rumah inang. Serta pemberian tempat sampah pada beberapa titik desa yang membutuhkan. Yang istimewa adalah FKG Untuk Masyarakat (FUNTASY). Sumbangan bantuan bagi warga Desa Sukonolo yang tidak mampu dalam bentuk sembako. (oci/sir)

Berita Lainnya :