Ada batik Motif Piranha, dan Robot dari Kayu Karya Siswa

 
MALANG - Technoart Bazaar Vohisma SMKN 5 Malang kembali digelar, Kamis (26/4). Bazar ini bukan acara biasa, karena menampilkan karya terbaik siswa SMKN 5. Ada delapan jurusan yang menampilkan hasil karyanya. Mayoritas yang mereka tampilkan adalah batik dan kerajinan kayu.
Batik karya siswa  yang banyak menarik perhatian adalah motif piranha, sebagai ciri khas SMKN 5 Malang. Sedangkan kerajinan kayu mereka jadikan sebuah robot cocok untuk berselfi. Tak hanya itu, siswa juga menambilkan beragam koleksi baju dengan desain sendiri karya anak Kriya Tekstil.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Batu, Ramli, S.Pd, MM turut hadir ditengah kemeriahan pembukaan pameran seni dan teknologi tahunan ini. Kepada Malang Post, Ramli, S.Pd, MM, mengatakan, untuk tingkat SMA/SMK karya yang dipamerkan SMKN 5 Malang sudah bagus.Bahkan sekolah ini bisa masuk 10 besar Universitas di Taiwan. Karena memang yang dibuat baik siswa maupun guru sudah bagus, bisa bersanding dengan mahasiswa.
"Namun semua itu perlu diupgrade, karena baik segi kualitas maupun proporsinya harus ada peningkatan," ujar Ramli.
Lebih lanjut, Ramli mengimbau untuk terus meningkatkan skill para guru sesuai dengan perkembangan teknologi dengan banyak mengikuti pelatihan-pelatihan tidak hanya tingkat provinsi namun tingkat Nasional.
"Bahkan untuk pelatihan kalau perlu guru dikirim ke luar negeri. Namun melihat pameran yang disajikan oleh SMKN 5 Malang tersebut, batiknya sangat bagus, apalagi batik dengan motif piranha," papar Ramli.
Sementara itu, Kepala SMKN 5 Malang, Drs. M. Mahmudi, M.Pd, mengatakan, kegiatan pameran bertajuk Technoart ini merupakan agenda tahunan yang diadakan sekolah untuk memberikan wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya. 
"Khususnya dalam bidang seni dan teknologi, sesuai dengan SMKN 5 Malang yaitu sekolah seni dan teknologi, hanya saja tahun ini pameran yang ditampilkan lebih banyak bidang seni," kata Mahmudi.
Technoart SMKN 5 Malang kali ini lebih meriah dari tahun sebelumnya dengan melibatkan tidak hanya siswa tetapi juga guru yang memiliki produk berupa barang maupun karya tulis. Pemaran yang ditampilkan siswa sesuai dengan jurusan masing-masing, yakni ada delapan jurusan dengan karya yang berbeda namun tetap bernuansa seni.
"Sekolah mendorong bakat dan kreatifitas siswa artinya mereka adalah aset sekolah, nantinya ketika lulus mereka sudah menjadi aset masyarakat. Sehingga kami sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini " tambah Mahmudi.
Technoart SMKN 5 Malang akan berlangsung hingga Sabtu mendatang. Hari pertama, kemeriahan semakin terasa dengan banyaknya bazar makanan dari siswa di halaman sekolah. Sedangkan pameran seni seperti batik dan produk lainnya ditampilkan di dalam gedung. Untuk menambah semarak, siswa juga menampilkan keterampilan mereka bermain musik.
Sementara itu, Kabid pembinaan PTK Dinas Pendidikan kota malang, Trisnawati, M.Pd, mengatakan, acara seperti ini sangat perlu didukung untuk meningkatkan kreativitas sekaligus daya saing siswa.
"Bahkan batik yang dibuat siswa sangat bagus, sudah menyerupai batik malangan," ujar Trisnawati.
Menurutnya, kegiatan seperti ini harus rutin diadakan supaya budaya yang dimiliki terus lestari, apalagi di dunia globalisasi kegiatan seperti ini sangat perlu agar budaya sendiri tidak tergerus pihak luar.
"Melalui kegiatan ini juga kita jadi tahu bahwa siswa sangat mampu menampilkan yang terbaik sesuai kreativitas masing-masing," pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :