Peserta SBMPTN Capai 34 Ribu Pendaftar


 
MALANG - Sebanyak 34.814 siswa sudah mendaftar di Panlok SBMPTN Malang, Kamis (26/4). Rencananya, Jumat (27/4), pendaftaran jalur tes untuk menembus PTN akan ditutup. Ketua Panlok Malang Prof Kusmartono mengimbau peserta ujian untuk menyiapkan alat kelengkapan.  Penting bagi peserta untuk melakukan survey lokasi sehari sebelum pelaksanaan ujian. Selain itu, peserta tak perlu bingung terlebih dulu terkait sistem penilaian SBMPTN yang baru. 
“Tidak perlu bingung dengan sistem penilaian yang baru, kerjakan saja soal dengan baik dan tenang. Agar tidak bingung juga peserta ujian harus survey lokasi sehingga pada hari H tidak terlambat karena mencari ruangan tempat tes,” tegasnya. 
Seperti diumumkan Panitia Pusat SBMPTN, penilaian tahun ini berubah. Penilaian terhadap SBMPTN 2018 tidak lagi menggunakan skor empat untuk jawaban benar, skor nol untuk yang tidak menjawab, dan skor minus 1 untuk jawaban yang salah seperti pada SBMPTN 2017.
Dengan aturan baru ini, metode penilaian SBMPTN 2018 tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tapi juga memperhitungkan karakteristik setiap soal, khususnya tingkat kesulitan dan sensitivitasnya dalam membedakan kemampuan peserta.
Ada bobot khusus yang diberikan pada setiap soal SBMPTN tersebut. Perubahan ini dinilai lebih fair dan sudah dilakukan di negara seperti Amerika Serikat dan di Eropa. Tes seleksi SBMPTN akan dilaksanakan 8 Mei mendatang. Untuk menghindari kemacetan, lebih baik peserta ujian datang setengah jam ke lokasi tes. 
“Terlebih bagi peserta yang berasal dari daerah Dinoyo, Veteran dan sekitarnya, mereka harus berangkat lebih pagi. Tapi jangan terburu-buru,” ujar Kabag Humas UB, Kotok Gurito kepada Malang Post, kemarin.
Dia menegaskan, peserta tak perlu terburu-buru, sebab pada pengalaman tahun lalu, sebagian dari mereka ada yang kecelakaan karena berangkat terburu-buru yang justru membuatnya tak dapat mengikuti ujian. Kesehatan tetap penting diutamakan bagi peserta ujian.
“Jangan sampai terburu-buru, ada kemarin yang mengalami kecelakaan yang akhirnya membuatnya tidak ikut ujian,” tandasnya.
Bagi camaba yang dinyatakan lolos jalur SNMPTN tidak boleh double dengan mendaftar tes SBMPTN. Sebab, peserta tak hanya mendapat punishmen saja tapi juga sekolah juga akan mendapat pengurangan kuota undangan untuk jalur SNMPTN pada tahun mendatang. 
Update terbaru kemarin, total pendaftar sebanyak 34.814 orang yang terdiri dari Saintek sebanyak 15.270 orang, Soshum sebanyak 16.304 pendaftar, dan IPC sebanyak 3.240 pendaftar. Terlihat lonjakan pendaftar yang tinggi mulai tanggal 23 April lalu yang mencapai 3.535 pendaftar dalam sehari.
Kemudian mengalami penurunan kembali kemarin sebanyak total 165 untuk ketiga bidang tersebut. Sedangkan untuk monitoring ruangan, pada ujian Saintek 97,46% Soshum 96,71%, dan IPC 95,4% peserta memenuhi ruang utama. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :