Unmer Siapkan Lima Calon Guru Besar


 
MALANG – Selain persepsi lamanya proses guru besar, kesiapan psikologis para lektor kepala menjadi faktor tersendiri yang menyebabkan mereka enggan mendaftar guru besar di Unmer Malang. Hal ini mendorong kampus untuk memrogramkan percepatan guru besar dengan mengusulkan lima calon untuk maju guru besar tahun ini.
“Tahun ini mengusulkan lima untuk maju guru besar, satu orang sedang menunggu SK turun,” ujar Wakil Rektor 1 Unmer, Prof Ir Respati Wikantiyoso MSA PhD yang ditemui Malang Post.
Dia melanjutkan, Unmer sendiri memiliki 15 guru besar, satu diantaranya telah meninggal. Berkaitan dengan hal tersebut, Unmer terus mendorong calon guru besar untuk segera mendaftar. 
“Biasanya dipengaruhi faktor psikologis, kadang merasa karena masih muda dan belum pantas menjadi guru besar. Padahal jika dia sudah menjadi lektor kepala tetap harus publikasi dan dituntut menjadi guru besar,” ungkapnya.
Dengan 15 guru besar di Unmer, dinilai Respati masih belum cukup. Namun melihat PTS di Malang yang memiliki guru besar paling banyak adalah Unmer, maka menjadi bukti yang nyata Unmer memiliki komitmen terkait guru besar. 
“15 guru besar, sebetulnya untuk kecukupan masih belum. Tapi melihat guru besar yang dimiliki PTS di Malang yang paling banyak di Unmer, maka kami bersyukur,” tuturnya.
Posisi Unmer yang masuk cluster pertama untuk meneliti berpeluang besar, maka para dosen dituntut mengajar berbasis riset bukan teks book. Selain itu, media pembelajaran harus dikembangkan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga, dapat terwujud pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sekaligus.
Respati menegaskan, untuk upaya meningkatkan jumlah guru besar, dalam pengembangan kualitas keilmuan itu penting dan harus dipenuhi oleh setiap universitas. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :