Pendidikan Vokasi Harus Ramah ABK

 
MALANG - Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dra. Poppy Dewi Puspitawati, M. menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menggalakkan program Gerakan Indonesia Pintar, Sekolah Vokasi dan Pendidikan Karakter.  Untuk sekolah vokasi khususnya, perlu terus dikembangkan dengan maksimal untuk memberikan bekal keahlian khusus pada siswa termasuk siswa ABK. Selama ini, setelah menempuh sekolah luar biasa (SLB) mereka tidak tahu harus melangkah kemana. Padahal para siswa ini juga perlu memiliki keahlian khusus untuk berpartisipasi dalam membangun negeri.
“Bagaimanapun, ABK tidak boleh ketinggalan menjadi bagian dalam pembangunan Indonesia,” tandas Poppy pada Seminar Nasional tentang Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Aula BAU, Sabtu (28/4) dirilis Humas UMM.
Senada dengan Poppy, Senior Staff Fakultas Psikologi UMM Dr. Tulus Winarsunu dalam materinya memaparkan, peran aktif orang tua dalam penyediaan layanan pendidikan yang fleksibel serta keterlibatan tenaga profesional merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengatasi masalah-masalah anak berkebutuhan khusus. 
“ABK seharusnya memperoleh pendidikan yang dapat membantu mengaktualisasikan potensi-potensi spesialnya sehingga berguna bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Dihadiri oleh guru dan praktisi  terapis di bidang ABK yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seminar ini digelar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei nanti. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :