ITN Kenalkan 33 Dosen Pakar

 
MALANG – Penuhi permintaan informasi dari berbagai instansi terkait kebutuhan narasumber, ITN Malang menetapkan satu profesor dan 32 doktor sebagai dosen bidang keahlian Institut Teknologi Nasional. Setelah adanya surat keputusan tersebut para pakar ini nantinya bisa memberikan informasi atau menjadi narasumber untuk membantu masyarakat Malang terkait permasalahan yang ada sesuai dengan bidangnya.
Untuk itu pada Sabtu (28/4) lalu, ITN Malang menggelar diskusi kepakaran bersama para dosen yang ditunjuk dan dihadiri oleh beberapa wartawan. Dengan adanya banyak pakar inilah harapannya bisa membantu masyarakat umum maupun pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Menurut Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT, wartawan lebih banyak mengetahui permasalahan eksternal, maka ketika ada permasalahan di luar para wartawan ini ketika butuh informasi maka bisa menghubungi dosen pakar yang ada di ITN sesuai bidang keahliannya, ini juga berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat.
“Mungkin permasalahan tersebut terkait dnegan limbah, transportasi, arsitektur, lahan, dan lain-lain, maka bisa menghubungi pakar-pakar yang ada di sini, karena ITN Malang memiliki banyak pakar di berbagai bidang,” ujar Lalu.
Ditunjuknya 33 dosen sebagai pakar juga diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada negara atau masyarakat luas melalui riset Perguruan Tinggi. Namun terkadang penelitian itu tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, masyakarat juga tidak banyak yang tahu bahwa ITN Malang memiliki banyak pakar yang berkaitan secara langsung. Oleh karena itu, perlunya peran wartawan untuk mengenalkan kepada masyarakat untuk bisa memperkenalkan kepada masyarakat juga  bahwa ITN Malang ingin berkontribusi banyak kepada masyarakat.
“Selain itu juga perlunya pemerintah untuk menggandeng perguruan tinggi untuk ikut serta berkontribusi didalam suatu permasalahan yang ada,” ujarnya.
Untuk memberikan kontribusi yang lebih banyak lagi kepada masyarakat, ITN Malang menargetkan setidaknya ada 25 persen doctor dari keseluruhan jumlah dosen yang ada. Namun saat ini, target tersebut masih berada di angka18 persen.
“Oleh sebab itu kami akan secepat kilat melakukan strategi-strategi supaya mereka yang doctor bisa secepatnya menjadi professor, bahkan sudah ada beberapa doctor yang memenuhi criteria,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :