Gabungkan Tradisi, Pelajaran Geografi dan Kewirausahaan

 
SMAN 10 Malang sukses menggelar Apresiasi Seni Satradhirsa selama tiga hari, Kamis-Sabtu, (26-18/4) di Gedung UM kampus 2. Pagelaran bertema Etnik Lokal Daerah ini banyak menghadirkan lomba yang diikuti oleh siswanya sendiri maupun pelajar SMP se-Malang Raya. Selain lomba, juga ada pameran hasil karya siswa SMAN 10 Malang dalam bentuk seni 2D dan 3D. Pengunjung saat memasuki gedung akan dimanjakan dengan lukisan indah yang mayoritas bertema keindahan alam. Bahkan telenan yang dianggap sepele diubah menjadi sesuatu bernilai estetika tinggi, cocok untuk dijadikan hiasan rumah.
Guru Seni dan Budaya SMAN 10 Malang, Agus Eko, S.Pd, mengatakan, pagelaran tahunan ini merupakan agenda rutin untuk memberikan wadah bagi siswa SMAN 10 Malang yang memiliki bakat di bidang non akademik khususnya kesenian etnik lokal.
“Sekolah kami juga merupakan satu-satunya SMA di Kota Malang yang menjadi anggota Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST) Jawa Timur, sehingga pengembangannya diwujudkan melalui kegiatan seperti ini,” ujar Agus.
Ia melanjutkan, melalui pagelaran Apresiasi Seni Sastradhirsa inilah pengembangan bakat-bakat mereka digali. Bahkan yang ditampilkan pada kegiatan ini tidak hanya kesenian saja namun penilaiannya juga berkolaborasi dengan mata pelajaran lain.
“Mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa dituangkan dalam materi dramanya, Geografi hubungannya dengan keetnikan lokal, dan Kewirausahaan kaitannya dengan bazaar yang ada selama acara berlangsung,” ujarnya.
Suksesnya Apresiasi Seni Satradhirsa juga dilihat dari penampilan para siswa siswa SMAN 10 Malang yang berhasil menghipnotis penonton. Khususnya saat pertunjukan teater yang dibawakan aleh kelas XI IPA G4 dengan menampilkan cerita Mahabarata. Selama 40 menit mereka sangat mengusai panggung dan seakan-akan penonton ikut terlibat langsung di dalam cerita tersebut.
Penampilan lain tak kalah seru yakni cerita Panji Pulangjiwo oleh kelas XI MIPA  D4. Kisah ini menceritakan kisah perjalanan Panji Pulang Jiwo yang menikah dengan putri adipati Malang bernama Proboretno. Saat kerajaan Mataram datang untuk mengambil upeti, Panji menolak tegas hingga terjadilah perang, meskipun kerajaan Mataram kalah namun suatu ketika Panji ditipu kemudian dtingkap dan disiksa hingga meninggal.
Salah satu siswa kelas XI MIPA 6 D4, Nadya Putri Septiana Dewi, mengatakan, Apresiasi Seni Satradhirsa ini sangat menarik karena banyak seni-seni kreativitas yang ditampilkan siswa-siswi SMAN 10 Malang. Bahkan untuk memberikan penampilan terbaik, kelasnya menjalani latihan selama dua bulan.
“Syukurlah latihan selama dua bulan yang kami jalani ini membuahkan hasil dengan mendapatkan dua kategori sekaligus yakni teater terbaik dan aktor terbaik pemeran Panji Pulang Jiwo,” tandasnya. (mg7/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...