Siapkan Layanan Khusus Peserta Difabel

 
MALANG – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) resmi ditutup, Jumat lalu. Berdasarkan data panitia lokal wilayah kota Malang, terdata update 28 April lalu sebanyak total 38.890 pendaftar. Data ini tergolong meningkat, khususnya bagi UB dan UM. 
Selain itu, di masing-masing lokasi ujian yakni UB, UM, dan UIN Maliki juga mendapati pendaftar difabel, untuk itu panlok 55 Malang sudah menyiapkan pendampingan bagi peserta.
“Tahun ini, peserta difabel terdata sebanyak total 13 pendaftar, yang terdiri dari dua orang di Saintek, delapan orang di Soshum, dan tiga orang di campuran,” ujar Kabag Humas UB, Kotok Gurito kepada Malang Post, kemarin.
Dia melanjutkan, untuk pendaftar soshum di UB sebanyak delapan orang yang terdiri dari dua orang tuna netra, empat orang tuna rungu, dan satu orang tuna wicara. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di UB menyiapkan satu pendamping bagi peserta difabel. Sedangkan untuk pengawas, di UB memerlukan sebanyak 1724 total pengawas ujian. 
“Panitia tidak menyiapkan soal Braille khusus, hanya bagi peserta disiapkan satu pendamping setiap satu difabel. Untuk pengawas UB telah menyiapkan total 1724 pengawas,” ungkapnya.
Sementara itu, di UM juga terdata sebanyak dua pendaftar Saintek difabel yang masing-masing adalah tuna rungu dan tuna daksa. Di UM sendiri didampingi satu dosen PLB yang membacakan soal dan terdapat pengawas yang membantu menghitamkan pilihan jawaban dari peserta. 
“Jika di UM yang pasti bagi pendaftar difabel akan ditempatkan di lantai satu, sehingga tak menyulitkan mereka menuju lokasi ujian,” ungkap Kabag Humas Dra Aminarti S Wahyuni kepada Malang Post.
Dia menambahkan beberapa tips bagi pendaftar difabel dalam menghadapi test SBMPTN 8 Mei mendatang, panitia mengimbau bagi seluruh peserta difabel untuk segera menghubungi sekertariat melalui humas UM di gedung graha rektorat lantai 1, UM. Sedangkan untuk pengawas, UM menyiapkan sebanyak 1600 orang.“Bagi yang berkebutuhan khusus dapat sesegera mungkin menghubungi sekretariat agar dapat terlayani dengan baik, untuk UM dapat melalui humas UM. Untuk pengawas, setiap 20 peserta tes akan diawasi oleh dua orang pengawas, jadi sekitar 1600 pengawas totalnya,” imbuhnya. 
Terdata, pendaftar tahun ini tergolong meningkat sebanyak total 860.001 orang seluruh Indonesia. Sementara untuk di wilayah kota Malang total sebanyak 38.890 pendaftar. Sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 34.374 orang dan tahun 2017 sebanyak 35.823 orang. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :