Kekerasan No, Kesabaran Yes!


Malang Post,
Menjadi kepala sekolah memang bukan perkara mudah. Apalagi ketika ada miss communication antara wali murid dan sekolah, seperti yang pernah dirasakan oleh Sutiyono, S.Pd, M.Pd. Laki-laki berusia 53 tahun ini sudah dua tahun menjadi kepala di SDN Tlogomas 2 Malang.
Selama menjabat hingga kini, masalah paling berkesan yang pernah dialami yakni ketika harus berhadapan dengan wali murid yang marah-marah di sekolah tanpa bertanya terlebih dahulu duduk perkaranya. Namun sebagai kepala sekolah, ia dituntut memberikan solusi sebaik mungkin dengan kepala dingin.
“Kalau ada yang seperti itu biasanya kami biarkan dulu hingga orangnya berhenti berbicara, baru kemudian kami berikan penjelasan terkait permasalahan tersebut. Kebanyakan yang jadi masalah adalah berkaitan dengan perilaku siswa di sekolah,” ujar Sutiyono.
Menurutnya, dari banyaknya siswa yang ada di sekolah mungkin ada beberapa siswa nakal atau suka jahil kepada temannya, ini yang biasanya menjadi permasalahan yang kerap timbul. Oleh karena itu, sekolah harus memberikan pendampingan kepada siswa tersebut.
“Tidak hanya pendampingan yang kami lakukan, namun juga kami mengunjungi siswa tersebut di rumahnya, supaya kami tahu bagaimana kesehariannya, karena siswa ini sudah termasuk perlu pembinaan intensif lantaran sering berbuat jahil kepada temannya secara berlebihan,” ujar Sutiyono, yang hobi olahraga tenis meja ini.
Permasalahan itu menjadi sangat berkesan baginya selama 31 tahun mengabdikan diri menjadi seorang guru. Lantaran menghadapi permasalahan seperti itu tidak hanya dilihat dari satu faktor saja, melainkan beberapa faktor perlu diketahui untuk memberikan solusi yang terbaik, terutama bila permasalahan tersebut menyangkut psikologi anak.
Ia juga mengimbau kepada seluruh guru untuk menghadapi siswa yang demikian dengan kesabaran. Jangan ada sedikitpun kekerasan, meskipun itu tujuannya baik namun tetap disalahkan. Lantaran guru juga manusia yang mana kadang kala emosi diuji oleh beberapa hal khususnya menghadapi anak didik.
“Makanya sering saya imbau kepada para guru untuk mendidik siswa-siswi dengan baik, karena karakter guru juga berbeda. Ada yang kalem ada yang keras itu yang perlu sering diingatkan,” ujarnya.
Ia berharap selama menjadi kepala SDN Tlogomas 2, sekolah minimal bisa sesuai dengan standar nasional baik dari segi kegiatan, pelayanan, sarana prasarana, dan kompetensi gurunya. Namun untuk mencapai itu semua juga dibutuhkan proses. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...