Pendidikan Kota Malang Pertahankan Tradisi Prestasi


PENDIDIKAN – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi bidikan utama Dinas Pendidikan (Dindik) kota Malang. Sebagai bentuk dedikasinya, kota Malang selama empat tahun berturut-turut berhasil meraih lomba guru, pengawas dan kepala sekolah berprestasi. Tak hanya SDM, Dindik juga terus merehab sarana dan prasarana yang diperlukan sekolah-sekolah di kota Malang.
“Alhamdulillah, selama hampir empat tahun juara nasional maupun internasional selalu ada dan meningkat terus. Bahkan, dalam lomba guru, pengawas dan kepala sekolah berprestasi selama empat tahun berturut-turut di Jawa Timur adalah di kota Malang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan kota Malang, Dra Zubaidah MM yang ditemui Malang Post, kemarin.
Meski tahun ini prestasi bergeser di Surabaya, namun Dindik kota Malang tak pernah menyerah untuk kembali bangkit dalam meningkatkan prestasi tahun depan. Sehingga, Zubaidah terus menggerakkan seluruh jajarannya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan serta persiapan yang matang untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.  
“Saya selalu mengingatkan kepada diri saya dan teman-teman. Ayo kita harus selalu berupaya, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini. Artinya, kita harus selalu mengikuti perubahan dan perkembangan. Tetap harus belajar, saat sudah berprestasi jangan sampai lengah dan tidak berprestasi,” ungkapnya.
Menurutnya, prestasi tak hanya dalam bidang akademik yang memiliki indikator jelas. Namun  perubahan mutu yang baik, juga merupakan prestasi. Meski dalam perjalanan peningkatan SDM guru tidak stabil, namun upaya ini harus terus dilakukan. Faktor utama yang menghambat kompetensi guru adalah dari segi usia dan kondisi fisik SDM.
“Biar masyarakat saja yang dapat menilai. Dindik tidak ada hentinya dalam peningkatan SDM, namun karena seleksi alam, ada yang muda ada yang tua menyebabkan hasil tidak optimal. Hal ini dipengaruhi oleh usia dan kondisi fisik guru,” ulasnya.
Bicara pendidikan tak ada hentinya, Zubaidah menegaskan agar seluruh guru dan lembaga pendidikan di kota Malang terus berpikir dan berupaya maksimal untuk memenuhi kekurangan yang ada. Begitu juga fasilitas sarana dan prasarana pendidikan. Sedangkan terkait anggaran, jika dana APBD belum mampu menjangkau kebutuhan secara keseluruhan, Dindik terus mendukung agar sekolah mendapat bantuan dari pusat.
 “Dengan komitmen tinggi, dalam bekerja pasti ada plus dan minusnya, tahun lalu dievaluasi untuk tahun ini. Seperti fasilitas sarana dan prasarana, perbaikan gedung yang rusak dan pengadaan komputer. Jangan mengatakan kok tidak rampung-rampung, karena tidak akan ada selesainya Pembangunan gedung yang rusak berat diprioritaskan sesuai dapodik yang ada. Jika dana APBD yang kebetulan belum mampu menjangkau secara keseluruhan, kita dorong agar sekolah mendapat bantuan pusat untuk perbaikan sarana dan prasarana,” ungkapnya.
Dalam menyemarakkan hari pendidikan nasional, Zubaidah juga menegaskan agar seluruh guru dan siswa mampu menghayati tema peringatan Hardiknas tahun ini. Wanita yang sudah mengabdikan diri di dunia pendidikan selama 32 tahun ini menjabarkan penguatan pendidikan dimulai dari peningkatan ilmu guru agar berimbas pada proses pembelajaran dan prestasi siswanya, sedangkan dalam memajukan kebudayaan, seluruhnya harus mampu mempelajari dan menampilkan seni lokal dengan menguri-uri kebudayan.
“Menangani pendidikan itu adalah perjalanan hidup, karena begitu kompleksnya dengan ribuan anggota dan lembaga. Dengan menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, harapan kita agar dapat lebih baik dari hari kehari. Tentu, kami memiliki target, namun harus tetap melihat kemampuan dan selalu siap dengan tantangan,” imbuh wanita yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang selama 3,5 tahun ini. (mg3/adv/oci)

Berita Lainnya :