Cetak Lulusan Berkarakter dan Berjiwa Entrepreneur


PENDIDIKAN - Rabu (2/5) hari ini, siswa kelas XII SMA dan SMK Widyagama diwisuda secara bersama. Bertempat di aula baru Kampus Widyagama Jalan Borobudur, acara pelepasan puluhan siswa ini dihadiri oleh orangtua siswa, guru dan segenap pengurus yayasan. Momen kelulusan ini menjadi bukti para siswa telah mampu menyelesaikan tugas akademik selama tiga tahun di sekolah Widyagama Malang.
Sebuah kebanggan bagi para siswa menjadi lulusan dari sekolah yang dapat membantu mencapai masa depan yang cerah. Kepala SMA Widyagama Drs Susanto mengatakan selama tiga tahun siswa dididik agar menjadi pribadi yang pandai bersukur. Sukur dalam artian seluas-luasnya yang berindikasi pada sikap mereka sebagai anak, siswa, dan bagian dari anggota masyarakat. “Syukur yang pertama adalah mampu berterimakasih kepada orangtua sebagai sosok yang telah memberikan segala-galanya untuk kepentingan anak,” katanya.
Selain pandai bersyukur, ia berharap peserta didiknya mampu menyampaikan kata maaf kepada orang lain. Menurutnya, ungkapan maaf menjadi cerminan dari kerendah hati seseorang. “Karena setiap orang tidak akan luput dari salah, maka sebelum berbuat salah pun kita boleh meminta maaf. Dan ungkapan terimakasih dan maaf, merupakan sikap tawadu’ seseorang,” tambahnya.
Masih bagian dari sikap tawadu’, Susanto melanjutkan, siswa Widyagama juga tidak segan untuk meminta doa kepada orangtua. Karena kelapangan hidup, kesuksesan dan rida Allah, tidak lepas dari keridaan orangtua. “Mintalah doa kepada orangtua, karena doa mereka adalah keridaan yang menjadi kunci sukses,” tuturnya.
Yang terakhir, kata dia, adalah kasih sayang kepada sesama. Puncak dari bangunan nilai karakter yaitu kemampuan siswa Widyagama menebar kasih sayang. “Cinta dan kasih sayang menjadi gol dari seluruh muatan karakter yang kami tanamkan pada siswa. Semoga dapat diterapkan dan bermanfaat saat mereka di tengah keluarga dan masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Widyagama Mawan Suliyadi S.Pd M.Pd menambahkan untuk lulusan SMK Widyagama selain karakter pihaknya telah membekali siswa dengan ilmu entrepreneur. Setiap siswa SMK Widyagama diajarkan untuk kemampuan berwirausaha. Dengan harapan di masa yang akan datang, lulusan sekolah ini dapat mandiri dengan keterampilannya sendiri.    
Dengan bekal kemampuan berwirausaha, para lulusn diharapkan mampu berkembang sendiri menjadi pribadi yang semakin produktif. “Meskipun nanti kerja di perusahan tapi mereka punya usaha sendiri,” katanya.
Latihan wirausaha ini sendiri, dimulai awal tahun ajaran lalu. Di mana setiap siswa SMK Widyagama diberikan modal tidak lebih dari Rp 25 ribu. Mereka punya kewajiban untuk mengembangkan modal  tersebut sehingga berlaba dan menguntungkan. “Dari modal tersebut anak-anak ada yang jualan pulsa HP, token listrik dan finance. Bahkan hingga saat ini sudah berkembang ke bisnis properti jual rumah dan tanah kavlingan,” tuturnya.  
Melauli konsep wirausaha yang diterapkan oleh SMK Widyagama ini para siswa dapat belajar langsung tentang marketing. Keseimbangan antara terori dan praktek menjadikan wawasan mereka semakin luas. Dalam kurikulum, kewirausahaan menjadi mata pelajaran tersendiri. “Jadi penguatannya dengan praktek, kalau tidak begitu maka anak-anak hanya sekedar mengerti teori saja,” imbuhnya.
Mawan menjelaskan, gagasan dibentuknya program wirausaha di lingkungan SMK Widyagama, berawal dari fakta bahwa input siswa sekolah ini yang heterogen. Dengan kemampuan dan potensi yang beragam inilah maka guru berinisiatif menjadikan setiap siswa SMK Widyagama menjadi pengusaha muda. “Kami menerima siswa baru tanpa seleksi. Contohnya seleksi buta warna. Hal ini membuat peluang mereka masuk perusahaan tertentu menjadi terbatas. Maka perlu diberikan peluang lain untuk mengembangkan potensi mereka. Itulah motivasi kami untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda di sekolah ini,” terangnya. (imm/sir/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :