Gembleng Siswa melalui PPK


PENDIDIKAN – SMP Muhammadiyah 1 Malang (Muhasa) memaksimalkan pengembangan prestasi non akademik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.  Salah satunya melalui Hisbul Wathan (HW) SMP Muhasa yang meraih banyak prestasi dalam berbagai event lomba kepanduan.
Tahun ini, HW SMP Muhasa mendapatkan juara umum pada kegiatan Jambore Daerah yang diikuti sekolah Muhammadiyah se-Malang Raya. Tak hanya itu, tim ini juga menjadi juara umum tiga tingkat Jawa Timur tahun 2017 lalu. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Malang, Drs. Budiono mengatakan, HW SMP Muhasa menjadi salah satu kegiatan Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) yang wajib diikuti semua siswa yang digelar setiap Kamis.
“Melalui kegiatan HW seminggu sekali ini akan memupuk kedisiplinan, keteladanan, kemandirian, dan kekuatan dalam akidah pada siswa,” ujar Budi, sapaan akrab Budiyono kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, SMP Muhasa selalu mewajibkan siswanya salat duha dan membaca Alquran setiap hari. Setiap Senin hingga Kamis, siswa diwajibkan membaca buku fiksi guna penguatan literasi mereka.
Kegiatan PPK diikuti para siswa yang berbeda hariny. Senin untuk kegiatan Tapak Suci, Selasa Bina Baca Quran, Rabu Bina Ibadah, Kamis HW, dan Jumat senam aerobik. Seusai salat Jumat dilanjutkan kegiatan ekstrakurikuler untuk kelas VII dan VIII yang meliputi seni tari, band, orkestra, vocal grup, English conversation, desain grafis, futsal, basket, dan voli.
“Kegiatan ekstra ini menjadi program unggulan SMP Muhasa yang dimaksudkan untuk pembinaan dan pengembangan bakat siswa, sedangkan kegiatan PPK untuk membimbing dan memupuk akhlak serta akidah agar kelak menjadi insan yang memiliki akhlakul kharimah dengan badan yang sehat dan mandiri,” ujarnya.
Siswa yang masuk ke dalam ekstrakurikuler SMP Muhasa menurutnya, tidak asal ikut, namun harus melewati seleksi dari para guru yang terlibat didalamnya. Khususnya bagi mereka yang belum ada pandangan mau ikut mengikuti kegiatan ekskul yang mana, atau yang bahkan belum bisa sama sekali.
“Dari analisis para guru tersebut, kami mengarahkan mereka untuk ikut salah satu ekskul. Kemudian kami gali bakatnya, kami olah dari yang belum bisa atau ragu-ragu, diasah kemampuannya sampai timbul rasa percaya dirinya dan bisa,” ujarnya.
Ditambahkannya, melalui kegiatan ekskul ini, SMP Muhasa mengharapkan siswanya tidak hanya pandai dalam bidang akademik namun juga non akademiknya. Tidak hanya itu, siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), mereka diberi kegiatan khusus selama tiga hari di luar tanpa ada kunjungan dari orangtua.
“Anggota IPM ini dilatih kemandiriannya untuk survive di lingkungan yang sebelumnya belum diketahui. Ini dimaksudkan agar mereka mampu beradaptasi dan  bergaul dengan lingkungan luar. Suatu saat akan menjadi pemimpin yang dituntut untuk bisa mengelola teman-temannya maka disinilah tempat belajarnya,” pungkas Budi. (adv/mg7/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :