Tanamkan Jiwa Enterpreneur Pada Siswa


PENDIDIKAN – SMKN 10 Malang berupaya mengembangkan jiwa siswa melalui banyak lini usaha. Salah satunya  melalui Bengkel Pelayanan Masyarakat (BPM). Bengkel ini melayani berbagai keperluan servis mobil dan motor untuk masyarakat umum yang dikerjakan tenaga ahli.
Layanan BPM tidak hanya melayani servis mobil dan motor, namun juga pengelasan pembuatan canopy, servis komputer, dan berbagai bidang multimedia baik desain grafis, photografis, pembuatan video promote, maupun video pre wedding. Dengan tempat yang representatif dan dikerjakan tenaga ahli dan tentunya dengan harga yang bersaing.
Kepala SMKN 10 Malang, Dwidjo Lelono, S.Pd, MMPd, mengatakan, selain membekali dengan keahlian-keahlian sesuai dengan jurusannya, meningkatkan jiwa enterpreneur siswa juga sangat diperlukan supaya ketika lulus tidak hanya siap dan bisa kerja namun juga bisa berwirausaha.
“Sehingga nantinya lulus dari SMKN 10 Malang mereka bisa memilih ingin bekerja di suatu perusahaan, menjadi enterpreneur sesuai dengan skillnya masing-masing, atau melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar Dwidjo.
Selain itu, SMKN 10 Malang memberikan fasilitas penuh untuk siswa  dengan adanya Bursa Kerja Khusus (BKK) yang solid dan terus update memberikan informasi terkini mengenai dunia kerja. BKK menjadi penyalur lulusan ke dunia usaha atau dunia industry (Du/Di) dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkompeten di bidangnya, berkualitas dan berinovasi tinggi.
Sedikitnya, SMKN 10 Malang telah menjalin kerja sama dengan 156 Du/Di baik di Kota Malang, maupun di luar Kota Malang. Tak jarang, siswa yang melakukan praktik kerja industri (prakerin) di perusahaan tersebut bisa melanjutkan bekerja, lantaran dianggap memiliki kompetensi sesuai standar perusahaan.
“Banyaknya kerja sama dengan Du/Di ini harapannya begitu industri membutuhkan tenaga, siswa kami banyak yang terserap. Secara tidak langsung, ini juga dapat meningkatkan etos kerja anak didik kami,” katanya.
Ia melanjutkan, selain memperbanyak kerja sama dengan Du/Di SMKN 10 Malang juga menggalakkan enterpreneur siswa diberbagai bidang. Dengan begitu mereka memiliki jiwa usaha mandiri.
“Disamping itu, kami juga memberikan pendidikan serta pelatihan vokasi berbasis industri kepada siswa. Ini untuk mencapai target kami di SMKN 10 Malang yakni 10 persen kuliah, 30 persen enterpreneur, serta 60 persen sudah siap dan diterima kerja di dunia industri,”pungkas Dwidjo. (adv/mg7/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :