Masuk Pesantren, Siapkan Rp 38 Juta


MALANG - MUTU pendidikan pesantren makin kompetitif.  Bersaing dan tak kalah dengan pendidikan sekolah umum. Perpaduan kurikulum pendidikan yang diterapkan menghasilkan siswa berkualitas. Wali murid pun berani mengeluarkan biaya besar demi pendidikan di pesantren.  Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) di Dau, Kabupaten Malang dan Al Izzah IIBS Kota Batu merupakan contoh pendidikan berkualitas pesantren.
Dulu, masih ada orang yang menganggap pesantren sebagai lembaga pendidikan kelas dua. Biaya murah dengan fasilitas apa adanya. Namun saat ini banyak orang tua rela merogoh kocek puluhan juta untuk memasukkan anak mereka ke pesantren. Nominal itu berkali lipat lebih banyak dibandingkan biaya masuk ke SMA negeri maupun swasta.
Untuk masuk ke Al Izzah IIBS Kota Batu misalnya, biaya masuk tembus  Rp 33,850 juta hingga Rp 35,850 juta tergantung nominal infaq yang dipilih,  dengan SPP per bulan Rp 2,3 juta. Sementara orang tua harus menyiapkan uang lebih banyak bila ingin anaknya menjadi santri Tazkia IIBS, yaitu Rp 38.020.000, dengan biaya SPP per bulan sebesar Rp 2,645 juta. Biaya besar nyatanya tidak menciutkan calon wali santri, bahkan mereka tetap berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di pesantren. Bahkan orang tua harus inden bila ingin memasukkan anaknya ke Tazkia.
Direktur Mahad IIBS Tazkia, Muhammad Rajab, M.PdI mengatakan, biasanya calon santri tingkat SMP dapat mendaftar mulai kelas 3 SD, sama halnya calon santri tingkat SMA dapat mendaftar mulai kelas VII SMP. Tujuan sistem ini untuk menyiapkan calon santri berkualitas sebelum masuk Tazkia sekaligus menjadi partner orang tua dalam mempersiapkan pendidikan anak sejak dini.
“Setiap tahun disiapkan 40 santri putra dan 72 santri putri lewat pass priority ini. Keuntungannya, mendapat potongan biaya DPP normal regular. Khusus calon santri SMP akan diterima 100 persen tanpa tes sekaligus fasilitas pembinaan gratis selama proses pembelajaran,” ungkap
Biaya masuk Tazkia memang mahal, namun angka itu sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan dan prestasi yang mampu diraih santri atau santriwati. Humas Tazkia IIBS Abdul Jalil Mursyid mengatakan, asrama dilengkapi dengan kamar, kamar mandi, laboratorium, UKS, kelas, open class, gazebo, tempat olahraga, area memanah, wall climbing, hingga aula besar TICH (Tazkia International Conference Hall).
Tazkia, lanjutnya, juga memberikan beasiswa penuh kepada santri berprestasi, yatim, dan dhuafa sebanyak 10 persen dari total penerimaan santri baru. Tingginya peminat yang ingin bergabung dengan Tazkia IIBS membuat pihaknya menerapkan jalur pendaftaran peserta didik baru (PPDB) melalui sistem pass priority atau inden.

Berita Lainnya :